Potensi Besar, bank bjb syariah Bidik Pasar Haji dan Umrah di Jabar

Haji

Kamis, 23 Januari 2020 | 16:08 WIB

200123160939-poten.jpg

Darma Legi

MEMASUKI tahun 2020, bank bjb syariah melakukan perkuatan menggarap potensi haji dan umrah, khususnya di Jawa Barat (Jabar). Terlebih, Jabar memiliki potensi jemaah sekitar 200.000 setiap tahunnya.

Berdasarkan data Kementrian Agama (Kemenag) RI, pada 2015 jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai 715.000 orang. Tahun 2016 meningkat menjadi 818.000 orang.
Dari angka tersebut, sekitar 20 persen di antaranya berasal dari Jabar. Atau ada
sebanyak 176 ribu jemaah umrah setiap tahun. Jumlah tersebut cenderung mengalami peningkatan pada 2017, 2018 dan 2019.

bank bjb syariah ditunjuk oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menjadi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran lbadan Haji (BPS-BPIH) pada awal tahun 2019 lalu. Juga ditunjuk sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan lbadah Umrah (BPS-BPIU) oleh Kementerian Agama.

Direktur Utama bank bjb syariah, Indra Falatehan menyatakan, sistem ekonomi berbasis syariah berpotensi besar untuk dapat tumbuh berkembang di Jabar karena provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di Indonesia.

"Potensi ekonomi syariah untuk tumbuh di Jabar sangat besar karena adanya kesadaran masyarakat. Jabar sendiri memiliki potensi jemaah umrah (lebih dari, red) sebesar 150.000 setiap tahunnya," ujarnya pada acara konferensi pers di Harris Hotel Festival Citylink Jalan Peta, Bandung, Kamis (23/1/2020).

Indra mengatakan, pada awalnya bank bjb syariah hanya menargetkan 1.000 jemaah umrah. Namun realisasinya pada 2019 melebihi target hingga di atas 2.300 jemaah. "Tahun ini sebenarnya tak ada target, tapi kami optimis jumlahnya bisa mencapai 5.000 jemaah," katanya.

Untuk itu, bank bjb syariah menjalin hubungan kerjasama dengan 170 travel umrah. "Travel umrah ini tentunya yang terdaftar atau memiliki izin dari Kemenag. Dan pastinya yang memiliki banyak jemaah," katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, bank bjb syariah diuntungkan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru terkait sinergi antara induk dengan anak usaha maupun unit usaha syariah (UUS). Sehingga setoran biaya umrah atau haji bank bjb syariah bisa dilakukan di kantor cabang bank bjb.

"Saat ini bank bjb syariah punya 64 kantor cabang. Sedangkan induk (bank bjb) banyak sekali. Ini tentunya memudahkan nasabah," katanya.

Ia pun menyatakan, jumlah jemaah haji dan umrah di Jabar cenderung meningkat setiap tahun. Hal itu dipengaruhi oleh adanya experience spending. Fenomena ini terbentuk akibat daya beli masyarakat yang semakin membaik dan meningkatnya minat ibadah serta gaya hidup islami.

Namun Indra percaya bahwa prinsip ekonomi syariah tidak semata perihal mengikuti tren. “Pada prinsipnya ada keberkahan ibadah dan ketenangan hati yang menjadi tujuan utama dari nilai-nilai syariah," ujar Indra.

Terkait hal itu, bank bjb syariah menyediakan beragam produk dan layanan yang menunjang praktik ibadah haji umrah. Salah satunya adalah aplikasi SISKOPATUH yang berperan sebagai media pembayaran biaya perjalanan dan asuransi. SISKOPATUH adalah aplikasi milik Kemenag yang berperan dalam mengawasi dan meningkatkan layanan umrah.

"Dengan sistem ini, tak ada lagi calon jemaah umrah yang tak jadi berangkat. Soalnya terus diawasi," jelasnya.

Dikatakan, bank bjb syariah juga menyediakan Tabungan Haji iB Maslahah yang merupakan produk khusus untuk persiapan biaya ibadah haji. Tabungan Haji iB Maslahah dikelola secara profesional dan aman sesuai prinsip syariah.

Produk tersebut dilengkapi dengan layanan online Siskohat (Sistem Koordinasi Haji Terpadu) sehingga memungkinkan jemaah mendapatkan kepastian keberangkatan dari Kemenag setelah saldo tabungan haji telah memenuhi nominal persyaratan.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA