Dua Menteri Sepakat, Jemaah Haji 2020 asal Jawa Barat Berangkat Lewat BIJB Kertajati

Haji

Sabtu, 7 Desember 2019 | 05:14 WIB

191207052011-dua-m.jpg

dok BIJB Kertajati.

MENTERI Agama (Menag) Fachrul Razi dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sepakat untuk mengizinkan jemaah haji di Jawa Barat untuk berangkat lewat Bandar Udara Internasional Jawa Barat, Kertajati pada musim haji tahun 2020.

Fachrul mengatakan saat ini pihaknya dan Kemenhub sedang mempersiapkan Kertajati sebagai embarkasi. Terutama mempersiapkan asrama haji sebagai tempat persinggahan para jemaah sebelum berangkat.

"Kami sepakat tahun ini kami harus langsung memberangkatkan dari Kertajati. Hambatan-hambatan tentu saja ada, akan kita coba atasi, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita awasi semua hingga Kertajati bisa kepakai," kata Fachrul usai rapat di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Fachrul berujar sebenarnya sudah ada asrama haji di Tasikmalaya. Namun Kemenag sedang mencari opsi lain yang lebih dekat dengan Bandara Internasional Kertajati.

Dalam kesempatan yang sama, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan Kertajati akan dipakai untuk jemaah haji asal Jawa Barat yang biasanya harus berangkat lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Budi menargetkan bandara Kertajati bisa bisa menjadi embarkasi sekitar delapan ribu orang jemaah dari total kuota haji Indonesia tahun 2020 sebanyak 231 ribu orang jemaah.

"Karena itu untuk tiga kabupaten (Cirebon, Kuningan, Indramayu) yang terdekat. Tapi kalau bisa lebih besar akan lebih bagus, minimal 20 flight, 20 kali 400 sekitar delapan ribuan," kata Budi.

Indonesia mendapat jatah haji sebanyak 231 ribu jemaah dari Kerajaan Arab Saudi. Jumlah itu terdiri dari 221 ribu kuota tetap dan 10 ribu kuota tambahan.

Dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Agama di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/11/2019), Menag Fachrul Razi mengusulkan rata-rata biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2020 sebesar Rp35.235.602. Angka itu tak berubah dari besaran BPIH tahun 2019 dan juga 2018.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA