Takut Menulari yang Lain, Hasil Tes Positif Covid-19 Perawat Italia Akhiri Hidup

Dunia

Kamis, 26 Maret 2020 | 10:23 WIB

200326102303-bukan.jpg

dailymail

Tak mampu menghadapi tekanan dan  perasaan bersalah seorang perawat Italia memilih mengakhiri hidup setelah hasil tes menunjukkan dirinya positif mengidap virus corona. Tak ingin menginfeksi orang lain, diungkap federasi keperawatan, korban ditemukan bunuh diri.

Dikutip dari DailyMail kemarin, perawat bernama Daniela Trezzi (34) tersebut selama ini bertugas di garis depan selama krisis Covid-19 mencengkeram Italia. Ia bekerja di rumah sakit di Lombardy, episentrum pandemi Covid-19 di Italia.

RIP Daniela.

Petugas medis bertugas di garda terdepan dengan risiko tinggi.

Kabar duka ini konfirmasi Federasi Perawat Nasional Italia. Disebutkan Daniela mengakhiri hidup di tengah rasa sakit dan kecemasan yang mendera sejak mengetahui positif corona. Federasi juga mengatakan Daniela “stres berat” karena takut ikut menyebarkan virus di tengah krisis Covid-19.

Kepergian Daniela menjadi berita kala jumlah kematian akibat corona di Itala kembali melonjak dengan 743 kematian baru dalam satu hari. Sedangkan jumlah  total infeksi naik delapan persen atau terendah sejak Italia mengonfirmasi kasus kematian pertama pada 21 Februari.

Daniela bukan kasus pertama.

Perawat menyisir jalanan guna merawat para tunawisma.

Daniela  bekerja di bangsal perawatan intensif RS San Gerardo di Monza, tak jauh dari Milan. Tapi beberapa waktu lalu ia harus dikarantina setelah menunjukkan gejala infeksi corona. Hasil tes positif memastikan dirinya positif terinteksi.

Kalut dan disergap kecemasan luar biasa ikut menyebarkan virus Daniela mengakhiri hidup.  Kasus serupa juga terjadi pekan lalu di Venesia dengan alasan yang sama. "Semua memilih profesi masing-masing untuk kebaikan, bagitu pun kami perawat. Tekanan yang dihadapi para profesional di tengah kondisi saat ini sudah sepantasnya dalam pengawasan semua pihak."

Prosedur pengamanan dirterapkan di supermarket.

Disiplin menjaga jarak.

Manajer umum RS San Gerardo, Mario Alparone mengatakan Daniela sudah sakit sejak 10 Maret namun tidak di bawah pengawasan. Otoritas peradilan kini  menyelidiki kematiannya. Lembaga penelitian Italia mengungkap sekitar 5.760 petugas kesehatan telah terinfeksi virus corona.

Nino Cartabellotta, kepala yayasan Gimbe yang mengumpulkan data mendesak semua pihak mencegah kasus seperti Daniela. “Sebanyak 5.760 pekerja medis yang terpapar virus ini delapan persen dari total kasus Italia yang naik menjadi 69.176 pada hari Selasa saja,” katanya.

Sempat turun di angka 600, angka kematian di Italia kembali melewati 750 dalam sehari.

Bocah Italia di tengah lockdown.

Peningkatan kasus harian 5.249 menandai kenaikan kedua berturut-turut di kisaran delapan persen atau persentase terendah sejak virus mulai menyebar di Italia. Pejabat kesehatan kini meneliti  data baru untuk melihat apakah dua minggu larangan beraktivitas dan lockdown memengaruhi krisis.

Meski demikian sejumlah pejabat mengingatkan masih terlalu dini untuk menyimpulkan Italia telah melewati puncak wabah. Setidaknya 743 kematian baru kemarin menjadikan dua hari penurunan berturut-turut sebagai “kasus tak biasa”.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA