Warga Malaysia Mulai Rasakan Dampak Lockdown

Dunia

Senin, 23 Maret 2020 | 07:51 WIB

200323075311-warga.jpg

@faruqyamin

MALAYSIA membatasi segala bentuk pergerakan penduduknya demi mencegah penyebaran Covid-19. Malaysia menutup segala aktifitas dari dalam maupun luar negaranya.

Kebijakan keras Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Rabu (18/03/2020) lalu itu dinilai sangat merugikan warga, khususnya kelompok menengah ke bawah.  

Wartawan PR, Huminca Sinaga menulis, kebijakan lockdown tak demokratis dan melanggar HAM. Di Malaysia, bagi pelanggar lockdown dikenakan denda 1.000 ringgit (sekitar Rp 3,5 juta) atau dipenjara selama enam bulan.

Dilansir CNA, Minggu (22/3/2020), langkah lockdown selama 14 hari ini membuat keseharian di Malaysia berantakan; banyak orang berebut membeli bahan makanan dan terpaksa bekerja dari rumah.
Hal ini secara langsung berdampak pada mata pencaharian banyak orang, terutama mereka yang sangat bergantung pada penghasilan sehari-hari.

“Saya harus berbagi dengan kerabat saya di rumah. Apa yang harus kami lakukan? Siapa yang akan mengganti kerugian kami?” kata Wong Kok Wah (62) seorang pemilik kedai kopi

“Saya harus tetap menggaji dan membayar biaya sewa tempat walaupun kami sudah tutup,” tambah Wong.

Seorang musisi lokal, Raj juga turut kehilangan penghasilan karena tidak bisa manggung di acara hajatan seperti sebelum lockdown. Selain itu, sejumlah booking-an di beberapa pesta kawin, terpaksa dibatalkan.

Selain banyaknya pembatalan kontrak kerja, kata fotografer lokal, Thomas Tam, terpaksa harus menerima penundaan pembayaran dari kliennya karena pembayaran tidak dapat diproses jika kantornya tutup.

“Saya ada pekerjaan yang sebelumnya sudah selesai dan seharusnya pembayaran dilakukan pada pertengahan Maret. TGetapi perusahaan klien berhenti beroprasi dan ini mengakibatkan pembayaran ditunda hingga akhir bulan atau awal bulan depan,” katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA