Mirip Senjata Laser Star Wars, Hancurkan Penyusup dalam Hitungan Detik Israel Pamer Drone Dome C-UAS

Dunia

Jumat, 14 Februari 2020 | 16:16 WIB

200214141301-mirip.jpg

dailymail

Sebuah rekaman menunjukkan sistem pertahanan terbaru Israel. Kali ini Israel memamerkan drone canggih yang mampu menembak serangkaian target  bergerak di udara dengan sinar laser bak senjata masa depan dalam film Star Wars.

Dikutip dari DailyMail kemarin, uji coba Drone Dome C-UAS itu dinyatakan  100 persen sukses. Drone mampu menjatuhkan target yang bergerak zig-zag dengan manuver tajam.

Drone yang masuk dalam sistem pertahanan pesawat tanpa awak ini diklaim mampu diandalkan guna mendeteksi drone musuh dari jarak lebih dari dua mil dan menembakkan sinar laser yang dapat merusak dalam hitungan detik.

Menarget tiga drone sekaligus.

Satu drone hancur dalam hitungan detik.

Tetap akurat menyasar objek yang tengah bermanuver.

Rekaman yang dirilis Rafael, produsen pertahanan yang berbasis di Haifa juga menunjukkan bagaimana “drone-drone penyusup” berjatuhan setelah berhasil dicegat Drone Dome. Satu target berhasil dihancurkan saat tengah berbelok tajam melintasi padang pasir.

Dalam tes lain, tiga drone yang terbang dalam formasi menyerang mampu dijatuhkan laser penangkal drone terbaru Israel ini. "Sistem pertahanan ini memiliki tingkat kesuksesan 100 persen dalam semua skenario pengujian," demikian pernyataan Rafael.

Rafael memuji sistem kali ini sebagai solusi end-to-end yang inovatif dan  dapat memberikan perlindungan perbatasan serta situs militer dan sipil yang kritis. Drone Dome menyebut sistem pertahanan ini dapat mendeteksi target sekecil 0,02 kaki persegi pada jarak lebih dari dua mil.

Bisa beroperasi di berbagai tempat.

Mampu mendeteksi kedatangan penyusup dari jauh.

Sempat digunakan Inggris untuk operasi menangkal drone asing.

Tak hanya itu Rafael memastikan produknya pun dapat mengidentifikasi drone musuh dengan posisi yang tepat sehingga memungkinkan sinar laser untuk menembak jatuh. Ada juga sistem operasional yang memungkinkan drone  digunakan dengan ditempatkan di belakang kendaraan berat.

Sistem pertahanan terintegrasi dalam drone ini dapat pula membuat drone musuh macet dari jarak jauh dan memblokir perintah dari siapa pun yang mengendalikannya. Ini artinya drone musuh tak dapat menyampaikan rekaman video pada pengendali.

Berpresisi tinggi.

Mampu mengacaukan kemampuan identifikasi drone musuh.

Selain Israel, sistem pertahanan Drone Dome sempat digunakan Kementerian Pertahanan Inggris saat terjadi krisis drone di Bandara Gatwick menjelang Natal  tahun 2018. Saat itu sistem operasional bandara kacau menyusul intervensi drone penyusup.

Tak hanya satu, sejumlah drone memaksa bandara tersibuk kedua di Inggris itu ditutup selama 33 jam. Kekacauan berlanjut meskipun operasi  besar-besaran polisi dan Angkatan Darat akhirnya mampu mengendalikan insiden. Hingga kini tak ada pelaku yang diidentifikasi.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA