Diekstrak dari Pasien, Cina Rilis Foto Pertama Virus Corona 2019-nCov yang Mematikan

Dunia

Selasa, 28 Januari 2020 | 14:26 WIB

200128142528-resmi.jpg

dailymail

Pihak berwenang Cina merilis foto pertama jenis virus corona baru yang telah menewaskan sedikitnya 81 orang dan menginfeksi lebih dari 2.800 lainnya.

Pusat Data Mikrobiologi Nasional Cina menerbitkan gambar mikroskopis elektron dari coronavirus baru yang diekstraksi dari dua pasien di Wuhan, titik nol berjangkitnya virus mematikan ini.

Dikutip dari DailyMail kemarin,  Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang mengakui   di tempatnya bertugas kini terjadi penularan penyakit dari manusia ke manusia dalam skala besar.

Spesimen pertama virus corona baru 2019-nCov.

Sampel dengan nomor seri NPRC 2020.00001 hasil ekstraksi dari pasien pada 6 Januari.

Anak-anak di Hong Kong kini  mengenakan masker.

Pada konferensi pers yang sama, Zhou mengatakan sedikitnya lima juta orang warga  meninggalkan Wuhan  sebelum kota dikarantina pada Kamis pekan lalu. Sementara foto pertama  coronavirus novel atau yang dikenal dengan  2019-nCov dirilis Jumat oleh Pusat Data Mikrobiologi Nasional Cina, bagian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Negeri Tirai Bambu.

Sampel dengan nomor seri NPRC 2020.0000 itu diekstraksi dari seorang pasien pada 6 Januari dan merupakan spesimen 2019-nCov pertama yang diperoleh petugas medis. Gambar kedua dengan nomor seri NPRC 2020.00002 dipublikasikan kemarin dan memperlihatkan partikel yang diambil dari seorang pasien pada 22 Januari.

Foto kedua coronavirus dengan nomor seri NPRC 2020.00002.

Petugas medis mengukur suhu warga di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus terbang ke Beijing untuk mengadakan pembicaraan darurat dengan pemerintah terkait  cara menghentikan coronavirus  yang mematikan. Cina pun telah memperpanjang liburan Tahun Baru untuk memerangi wabah  yang seberannya kini mencapai Inggris, AS, dan Prancis.

Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya,  Cina mengarantina  Wuhan dan lebih dari 12  kota tetangga. Langkah ini secara efektif menahan  puluhan juta orang di titik yang sama sebagai upaya meminimalisasi  penyebaran virus yang mirip SARS ini.

Petugas mengukur suhu calon penumpang di Bandara Changsha, Provinsi Hunan.

Staf medis dilengkapi setelan hazmat di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan.

Organisasi Kesehatan Dunia sebelumnya memutuskan untuk tidak menyatakan coronavirus sebagai wabah darurat global. Namun tidak jelas apakah ini akan dipertimbangkan menyusul pertemuan dengan pemerintah Cina.

Dalam  tweet yang diposting semalam, Ghebreyesus mengatakan, “Saya sedang dalam perjalanan ke Beijing untuk bertemu  pemerintah dan pakar kesehatan serta #coronavirus.. kami ingin memahami perkembangan terkini dan memperkuat kemitraan  dengan perlindungan lebih lanjut terhadap wabah.”

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA