Beijing Siaga Coronavirus, Tahun Baru Tikus Cina Batalkan Perayaan Imlek

Dunia

Jumat, 24 Januari 2020 | 10:00 WIB

200124095910-beiji.jpg

dailymail

Beijing hari ini mengumumkan even besar Tahun Baru Cina yang sedianya berlangsung Sabtu besok dibatalkan guna mengendalikan penyebaran virus korona. Dikutip dari DailyMail, Jumat (24/1/2020) pejabat di ibu kota Cina juga membatalkan acara lain termasuk pameran kuil yang dapat menarik ribuan wisatawan.

Warga juga didesak untuk “memperketat pencegahan” terhadap virus yang telah menewaskan 17 orang dan berpotensi membuat ribuan lainnya terinfeksi. Hampir 600 orang  dipastikan terjangkit  virus dengan sebaran AS, Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan dan Makau.

Pameran pun batal.

Melalui postingan Weibo, otoritas Beijing menambahkan pembatalan dilakukan untuk membantu pencegahan dan pengendalian epidemi. Pemerintah kota Beijing mengatakan mereka akan memberikan lebih banyak informasi seiring perkembangan.

Beijing yang dihuni 21 juta jiwa bukan yang pertama  membatalkan acara. Laga sepak bola dan tinju pun ikut dibatalkan di Wuhan, kota yang menjadi pusat wabah. Wuhan resmi dikarantina sejak kemarin dengan pembatalan semua penerbangan dan kereta api yang hendak memasuki ataupun meninggalkan kota.

Diikuti kota lain.

Karantina  berlaku penuh bagi warga Wuhan yang juga ibu kota provinsi Hubei. Seorang warga  kepada BBC mengatakan atmosfer tempat tinggalnya kini terasa bak “kiamat”. Para ilmuwan perkirakan kemarin total ada 10.000 kasus korona.

Langkah lainnya pihak berwenang Ezhou, kota lain di Hubei juga menutup stasiun kereta sebagai pencegahan sebaran virus korona. Demikian pula dengan Hanggang yang hari ini mengumumkan penangguhan bus umum dan kereta api serta wenutup  bioskop dan kafe.

Sebaran virus sejauh ini.

Sebelumnya pejabat mensterilkan seluruh jalan dan taman dengan gas,  sementara tenda karantina didirikan di pinggir jalan untuk mengisolasi pasien terduga korona. Beijing Tourism Net menyebut Beijing Ditan dan Pameran Longtan Temple yang dijadwalkan per 25-29 Januari  ikut  dibatalkan.

Tahun lalu pameran yang rutin digelar sejak tiga dekade ini dilaporkan China Xinhua berhasil menyedot 1,4 juta wisatawan domestik dan asing. Area Kuil Tanzhe, Kuil Jietai, dan Gunung Miaofeng di Distrik Mentougou juga tutup.

Safety first.

Wisatawan diduga ikut menyebarkan virus korona ke tujuh negara, termasuk AS. Kasus yang sama  telah muncul di Kanada, Meksiko, Brasil, dan Kolombia. Para pejabat kesehatan Eropa khawatir virus yang belum pernah terlihat itu akan mencapai Benua Biru.

Inggris dan negara-negara lainnya kini dalam siaga tinggi. Bandara Heathrow bahkan mengisolasi semua penumpang dari Wuhan.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA