Apa Bedanya dengan SARS dan MERS? Berawal dari Pasar Seafood Sepuluh Fakta dan Asal Usul Coronavirus

Dunia

Kamis, 23 Januari 2020 | 12:11 WIB

200123121126-beraw.jpg

dailymail

Hari ini Cina resmi mengarantina Wuhan, kota yang dinyatakan sebagai “asal muasal” menyebarnya coronavirus atau virus korona. Tepatnya Huanan Seafood Market, pasar yang dikenal dengan produk hewan laut dan beragam hewan lainnya.

Dikutip dari DailyMail, Kamis (23/1/2020) di pasar inilah virus mirip SARS yang ematikan pertama kali muncul dan diperkirakan menyebar lewat hewan liar.  Lalu apa sebenarnya virus korona dan bagaimana gejala serta sebarannya? Berikut faktanya seperti dikompilasi DailyMail:

Salah satu sudut pasar Huanan.

Apa dan Bagaimana Virus Korona

Apa itu virus korona?

Para ilmuwan  mengidentifikasi virus kali ini sebagai korona jenis baru. Ada banyak jenis virus korona yang dikenal. Beberapa menyebabkan flu biasa. Sementara  pada kelelawar, unta dan hewan lainnya virus serupa telah berevolusi menjadi penyakit yang lebih parah seperti SARS (severe acute respiratory syndrome/sindrom pernapasan akut parah) atau MERS (Middle East respiratory syndrome/sindrom pernapasan Timur Tengah).

Mengapa dinamai korona?

Korona berasal dari bahasa Latin yang  mengacu pada mahkota atau lingkaran cahaya. Di bawah mikroskop, virus-virus ini terlihat menyerupai mahkota atau lingkaran cahaya.

Kapan virus korona mulai teridentifikasi?

Wabah dimulai akhir bulan Desember lalu di kota Wuhan di Cina, tepatnya  Pasar Makanan Laut Huanan.

Berapa korban virus korona dan seperti apa sebarannya?

Sekitar 300 kasus telah diidentifikasi. Di antaranya  260 kasus di Wuhan. Kasus-kasus di kota Cina lainnya, termasuk Beijing dan Shanghai total  sekitar 30. Kasus terjadi jelang libur Tahun Baru Imlek yang biasa dilakukan bersama keluarga. Artinya warga akan melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Banyak juga yang ke luar negeri seperti  Korea Selatan, Jepang, Thailand, dan Taiwan. Perjalanan massal ini dikhawatirkan ikut  menyebarkan penyakit dengan lebih luas.

Apa gejala penderita virus korona?

Gejala umum mereka yang terjangkit yaitu pilek, sakit kepala, batuk dan demam. Gejala lainnya seperti napas tersengal, menggigil, dan nyeri tubuh dikaitkan dengan jenis virus korona yang lebih berbahaya. Demikian keterangan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat.

Bagaimana virus korona menyebar?

Virus korona dapat menyebar melalui batuk, bersin, dan bersentuhan dengan orang yang terinfeksi. Awalnya pihak berwenang Cina mengatakan tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia. Tetapi panel ahli menyimpulkan setidaknya ada beberapa kasus penerita yang tertular dari manusia. Ini  meningkatkan kemungkinan sebaran yang lebih luas.

Apakah lebih membahayakan dari SARS?

Sejauh ini, virus korona dianggap tak kurang berbahaya atau menular dari  SARS yang juga dimulai dari Cina dan menewaskan sekitar 800 orang. Sampai hari Selasa lalu, enam kematian akibat virus korona dilaporkan terjadi di Wuhan. Virus juga dapat bermutasi menjadi lebih berbahaya dan menular. Namun masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan darurat siaga wabah internasional.

Pasar kini ditutup.

10 Fakta Wabah Virus Korona Saat Ini:

1. Sedikitnya 17 orang tewas akibat virus ini,  semuanya berasal dari provinsi Hubei, Cina.

2. Setidaknya 500 orang di 18 provinsi di Cina, termasuk daerah otonom, daerah administrasi khusus dan sejumlah kota telah terinfeksi.

3. Sebagian besar pasien “terkait” dengan Wuhan, ibu kota provinsi Hubei dengan populasi sekitar 11 juta

4. Thailand, Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan Amerika Serikat telah mengonfirmasi warga yang terjangkit virus serupa.

5. Virus dapat ditularkan di antara manusia.

6. Virus memiliki kemampuan tertentu untuk menyebar di suatu lingkungan.

7. Virus  terutama menyebar lewat sistem pernapasan manusia.

8. Sumber virus diidentifikasi sebagai daging satwa liar yang dijual secara ilegal..

9. Virus dapat berevolusi.

10. Anak-anak memiliki kemungkinan tertular lebih rendah dengan alasan yang  masih belum diketahui.

Sumber: China's National Health Commission, People's Daily.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA