Gali Terowongan, Mirip Adegan Film 76 Tahanan Sangat Berbahaya Kabur dari Penjara Paraguay

Dunia

Rabu, 22 Januari 2020 | 11:13 WIB

200122111146-gali-.jpg

dailymail

Sedikitnya 76 tahanan sangat berbahaya  melarikan diri dari penjara Paraguay setelah diam-diam menggali terowongan. Para pelarian yang kebanyakan anggota geng narkoba dan senjata, melarikan diri melalui terowongan dari penjara di perbatasan Brasil, Pedro Juan Caballero.

Dikutip dari DailyMail kemarin, juru bicara kepolisian Elena Andrada mengatakan, "Personel terbaik telah kita turunkan ke perbatasan untuk menangkap kembali para tahanan ini." Dari 76 tahanan yang kabur ini, 40 di antaranya warga Brasil dan 36 lainnya warga Paraguay.

Berminggu-minggu menggali.

Aparat langsung diturunkan.

Menyusul peristwa ini Menteri Kehakiman Cecilia Perez melontarkan  kecaman. Ia mengonfirmasi perlu waktu beberapa minggu untuk menggali terowongan. “Penjaga tidak tahu apa-apa dan tidak juga melakukan apa-pun." Kini puluhan penjaga dan sipir ikut dipecat.

Sebagian besar tahanan anggota geng kriminal First Capital Command, salah satu kelompok kriminal “terkuat” di Brasil. Andrada mengatakan lima van yang digunakan dalam pelarian ditemukan di Ponta Pora, tak jauh dari Pedro Juan Caballero, 300 mil dari ibu kota, Asuncion.

Ratusan karung pasir ditemukan di sepanjang jalur pelarian.

"TKP".

Perez juga menyuarakan kecurigaan jika sejumlah pejabat terlibat dalam skema korup ini dan mengatakan para pelarian masuk kategori sangat berbahaya. Termasuk dalam pelarian ini pelaku pembantaian di penjara San Pedro. Andrada menambahkan, para tahanan membuat terowongan seperti dalam film-film lengkap dengan pencahayaan internal. Penyelidik juga menemukan ratusan  karung pasir.

Sementara itu aparat keamanan Brasil bergerak dengan memperketat keamanan di wilayah perbatasan untuk membantu menangkapi kembali para tahanan yang kabur. Demikian keterangan Antonio Carlos Videira, menteri kehakiman negara bagian Mato Grosso do Sul. Bantuan juga datang dari Departemen Operasi Perbatasan yang didukung helikopter.

Juru bicara kepolisian Elena Andrada memberikan keterangan.

Kendaraan berat kini diturunkan.

Menteri Kehakiman Brasil Sergio Moro pun menawarkan bantuan untuk menangkap kembali para tahanan, "Jika mereka kembali ke Brasil, mereka hanya akan berakhir di penjara federal," ujarnya. Sedangkan Menteri Dalam Negeri Paraguay Euclides Acevedo mengatakan staf operasi khusus kepolisian masih  menyisir area pelarian.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA