Diawali Skandal Burisma, Ketiga dalam Sejarah Amerika Sidang Pelengseran Donald Trump Mulai Digelar

Dunia

Jumat, 17 Januari 2020 | 12:22 WIB

200117122142-diawa.jpg

dailymail

Pengambilan sumpah Hakim Ketua Mahkamah Agung John Roberts.

Sidang pemakzulan presiden ke-45 Amerika Serikat,  Donald Trump resmi dimulai Kamis (16/1/2020) pukul 12.05 atau Jumat WIB dengan dua artikel utama, penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi proses hukum yang dilakukan Kongres.

Dikutip dari DailyMail, sidang di level DPR ini diawali pengambilan sumpah Hakim Ketua Mahkamah Agung John Roberts yang kemudian mengambil sumpah 99 dari 100 senator dalam pemakzulan ketiga sepanjang sejarah AS. Seorang senator dari partai Republik absen karena berhalangan.

Semua bersumpah melakukan persidangan secara adil. Sidang sendiri baru akan berjalan penuh mulai Selasa (21/1/2020) pekan depan. Adam Schiff, Ketua Komite Intelijen DPR AS sebagai ketua tim penuntut membacakan tuntutan terhadap Trump yang dituding sengaja menahan bantuan militer sebesar 391 juta dollar AS atau Rp 5,3 triliun yang dipertuntukkan bagi Ukraina di medio Juli -  September 2019.

Ini dilakukan sebagai tekanan pada Kiev agar melakukan penyelidikan terhadap bisnis anggota keluarga calon lawan politik Trump jelang pilpres 2020, Joe Biden di Ukraina. Artikel kedua terkait upaya Trump menahan dokumen juga saksi-saksi yang dibutuhkan DPR AS dalam bukti persidangan.

Menjawab Schiff, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell menyatakan akan berkonsultasi dengan Gedung Putih. Sebelumnya pihak Republik mengkritik proses sidang pemakzulan di DPR tidak adil. Dalam hal ini Partai Demokrat dituding bertindak partisan.

Sedikitnya dibutuhkan dua pertiga dukungan dari 100 senator untuk melengserkan  Trump dari jabatannya. Demokrat yang diwakili 45 senator memerlukan dukungan 20 senator Republik plus dua senator independen. Sejauh ini Republik yang menguasai Senat dengan 53 senator tak terdengar berniat mengalihkan dukungan dari Trump.

Sebelum pemakzulan Presiden Trump memasuki sidang penyelidikan formal yang dilakukan  Partai Demokrat per 25 September lalu, publik lebih dulu dikejutkan dengan laporan pengaduan  informan (whistleblower) tahun lalu.

Informan yang hingga kini identitasnya tak diungkap itu menyebut dirinya “khawatir” Presiden AS Trump John Trump menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi penyelidikan kongres.

Penyalahgunaan dimaksud berupa  permintaan pada pemerintah Ukraina untuk menyelidiki keterlibatan Hunter Biden, anak laki-laki Joe Biden, kandidat pesaing Trump dari partai Demokrat dalam pilpres AS tahun ini. Hunter diketahui mengisi posisi top perusahaan gas Burisma. Permintaan dilakukan melalui sambungan telepon.

Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, Gedung Putih sendiri merilis transkrip pembicaraan dimaksud telepon  Trump dengan Presiden Ukraina Zelensky pada 25 Juli lalu. Terungkap pembicaraan berisi permintaan pihak Trump pada Zelensky.  Kasus berkembang setelah seorang pengacara mengklaim informan kedua yang memiliki informasi langsung mengenai “pelanggaran besar”  Trump.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA