Bertahan Sejak 2.500 SM, Suku-suku Paling Terancam di Dunia dalam Jepretan Kamera

Dunia

Rabu, 15 Januari 2020 | 13:37 WIB

200115133730-berta.jpg

dailymail

Serangkaian foto menakjubkan suku-suku asli di seluruh dunia dirilis  fotografer Inggris Jimmy Nelson. Fotografer berusia 52 itu menangkap kecantikan alami dari suku yang kini terancam dunia modern.

Demi proyeknya ini Nelson melakukan perjalanan melintasi Kenya, Ekuador, Thailand, Sudan, Cina, dan Papua Nugini. “Kita berbicara dengan bahasa yang berbeda tapi tidak masalah. Apa yang kulakukan ini adalah mencoba terbuka pada dunia tanpa prasangka, tak ada  apa-apa selain cinta untuk sesama.

Seperti apa tampilan mereka dan di mana mereka selama ini bertahan? Berikut di antaranya seperti dikompilasi DailyMail:

Indigenous #1

Suku Zapotec (kiri) di Meksiko bertahan sejak 2.500 SM setelah ditaklukkan Spanyol pada abad ke-16. Zapotec menjadi salah satu peradaban paling penting dan saat ini ada sekitar satu juta warga Suku Zapotec. Gambar kanan seorang wanita suku Pulau Marquesas di Polinesia Prancis Utara. Suku yang disebut tak ragu menganibal musuh.

Indigenous #2

Suku Huli Wigman di Papua Nugini (kiri) di mana pertempuran memperebutkan  wilayah dan babi masih terjadi. Cat wajah dan kostum yang rumit digunakan saat menyerang musuh. Abril Martinez Hernandez (kanan) dari suku Chichimeca Jonaz Meksiko. Chichimeca bagian dari aliansi yang berperang dan memenangkan Perang Chichimeca (1550-1590) melawan penjajah kolonial Spanyol.

Indigenous #3

Indigenous #4

Suku Kazakh di Mongolia, semi-nomaden dan tinggal di pegunungan serta lembah antara Siberia dan Laut Hitam. Seni kuno perburuan elang menjadi  salah satu tradisi dan keterampilan yang masih dipraktikkan. Kultur Kazak meyakini pemujaan atas langit, leluhur, api, dan kekuatan gaib.

Indigenous #5

Suku Sadhus di India (kiri) penganut Hindu yang taat dan biasa mengenakan pakaian oranye yang mewakili api di mana mereka membakar semua harta untuk secara simbolis terlahir kembali sebagai orang baik. Foto kanan anak laki-laki suku Bardi di Australia yang hidup selaras dengan lautan.

Indigenous #6

Suku Q'eros Peru (kiri), komunitas Inca terakhir yang tinggal di Qochamoqo, hampir 4.400 meter di atas permukaan laut. Foto kanan suku Wodaabe yang hidup nomaden di Chad dan termasuk etnis Fulani yang tersebar di setidaknya sepuluh negara Afrika Utara

Indigenous #7

Jose Javier Martinez Lopez (kiri) dari suku Chichimeca Jonaz Meksiko yang berperang dan memenangi Perang Chichimeca (1550-1590) melawan Spanyol. Tehuanas (kanan) berasal dari suku Oaxaca  Meksiko yang berasal dari 2.000 SM. Penduduknya masih merupakan 48 persen dari populasi di wilayah tersebut.

Indigenous #8

Suku Kaluli di hutan hujan Papua Nugini yang hidup dengan alam dan memberi nama pada masing-masing pohon dan sungai seolah-olah mereka sesama manusia.

Indigenous #9

Suku nomaden Wodaabe di Chad (kiri) dari etnis Fulani yang tersebar di setidaknya sepuluh negara Afrika Utara. Jan Erke (kanan) dari suku Kazakh di Mongolia.

Blessed.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA