Berikan Informasi Krusial pada Amerika, Terungkap Intel Israel di Balik Eksekusi Soleimani

Dunia

Senin, 13 Januari 2020 | 16:28 WIB

200113162501-strea.jpg

dailymail

Amerika Serikat terungkap mengandalkan intelijen Israel dalam eksekusi  jenderal  Qassem Soleimani. Kepala Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Quds Force itu tewas dalam serangan udara AS saat hendak meninggalkan Bandara Internasional Baghdad setelah tiba dari Damaskus, 3 Januari lalu.

Dikutip dari DailyMail, Senin (13/1/2020) jelang eksekusi informan di Damaskus melapor  pada CIA terkait penerbangan yang digunakan Soleimani. Informasi ini dilaporkan dengan  verifikasi dan konfirmasi dari intelijen Israel. Demikian laporan NBC News dan Reuters kemarin.

Qassem Soleimani.

New York Times juga menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjasi satu-satunya pemimpin asing yang mengetahui rencana pembunuhan Soleimani setelah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters, penyelidik Irak meyakini Amerika dibantu  dua pejabat keamanan di bandara Baghdad dan dua karyawan Cham Wings,  maskapai yang digunakan Soleimani untuk terbang ke Irak. Salah satunya   bertugas sebagai mata-mata di bandara Damaskus dan  rekannya beroperasi  di dalam pesawat.

Detik-detik saat rudal menghantam kendaraan Soleimani.

Kondisi mobil usai ledakan.

Irak juga percaya  empat informan  yang belum tertangkap ini  bekerja dengan kelompok lebih besar  yang memberi informasi langsung pada militer AS. Dua sumber yang mengetahui eksekusi  Soleimani dan pejabat Amerika lainnya memberi penjelasan singkat mengenai eksekusi sang jenderal kepada NBC News.

Eksekusi disaksikan langsung  sejumlah pejabat militer AS di berbagai belahan  dunia lewat tayangan video infra merah hitam-putih. Direktur CIA Gina Haspel dilaporkan menyaksikan dari kantor pusat di Langley, Virginia, Menteri Pertahanan Mark Esper dari lokasi lain yang dirahasiakan dan pejabat lainnya menyaksikan dari Gedung Putih.

As it happened.

Tidak jelas apakah Presiden Donald Trump yang tengah berada di resor pribadi Mar-a-Lago ikut melihat siaran tersebut. Bagian dari tayangan memperlihatkan Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil kepala milisi anti-Amerika Irak yang menyambutnya turun dari pesawat. Mereka kemudian meninggalkan bandara dengan mobil sedan yang diikuti  “kru keamanan” dalam minivan.

Di saat bersamaan tiga pesawat tak berawak AS yang masing-masing dipersenjatai  empat rudal Hellfire melacak kendaraan Soleimani. Di tempat lain spesialis intelijen yang menjalankan misi dari Komando Pusat AS di Qatar menggunakan data ponsel untuk mengonfirmasi siapa yang ada di dalamnya.

Segera setelah penumpang dikonfirmasi, drone melepas empat rudal yang dapat dilihat dalam tayangan video. Rudal melesat melintasi langit sebelum menghantam kendaraan dan menewaskan semua penumpangnya.

Benjamin Netanyahu.

"Konfirmasi Pompeo".

Perdana Menteri Israel Netanyahu diketahui mengeluarkan pernyataan mengenai  serangan  hari berikutnya. Ia  mengatakan  AS memiliki hak mempertahankan diri dengan membunuh Soleimani. "Sama seperti Israel memiliki hak untuk membela diri, Amerika Serikat memiliki hak yang persis sama," katanya.

Ia menegaskan, Qassem Soleimani bertanggung jawab atas kematian warga Amerika dan banyak orang tak bersalah lainnya dan berencana melakukan serangan. Kepada wartawan dalam penerbangan kembali ke Israel dari Yunani, Bibi menambahkan, “Presiden Trump pantas mendapat pujian karena bertindak cepat dengan tegas. Kami memperjuangkan keadilan untuk perdamaian, keamanan dan pertahanan diri."

Diberitakan The Times, Netanyahu sudah mengetahui rencana eksekusi Soleimani. Namun Avigdor Liberman, kepala partai politik nasionalis sekuler Israel Yisrael Beytenu mempertanyakan laporan tadi.

Donald J. Trump.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membenarkan pembicaraan dengan Netanyahu mengenai  Iran yang juga musuh bebuyutan Israel setelah ekskusi Soleimani dilakukan.

Namun pasca-retaliasi yang diperlihatkan Iran, para pejabat Israel berusaha menarik diri dari konflik antara AS dan Iran di tengah kekhawatiran akan  adanya pembalasan atas pembunuhan Soleimani.

"Ada ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dan kami tidak terlibat, jadi aku tidak ingin mengaitkannya," ujar Menteri Energi Israel Yuval Steinitz, salah satu letnan terdekat Netanyahu dan anggota kabinet keamanan. Ia menegaskan, "Kami hanya menyaksikan semua di luar garis batas dan mengamati."

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA