Di Forum PBB Indonesia Ingatkan agar dalam Konflik Timur Tengah Hentikan Aksi Sepihak

Dunia

Sabtu, 11 Januari 2020 | 12:02 WIB

200111120907-di-fo.jpg

DALAM debat terbuka Dewan Keamanan PBB yang dilaksanakan di New York, AS, Kamis (9/1), Indonesia mengimbau penghentian aksi sepihak atau unilateral yang dinilai melanggar Piagam PBB, termasuk yang terjadi di Timur Tengah.

Pertemuan dilangsungkan dengan mata agenda “Menjunjung tinggi Piagam PBB untuk Menjaga Perdamaian dan Keamanan Internasional” dimana banyak negara menggunakan kesempatan itu untuk menyatakan kekecewaan atau imbauan atas perkembangan multilateralisme saat ini.

“Kita memasukkan poin-poin penting diantaranya penghormatan terhadap prinsip-prinsip multilateral, tidak saling menyerang, agar tidak terjadi eskalasi konflik. Kita bicara semua kejadian itu termasuk di Timur Tengah,” ujar Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Dian Triansyah Djani saat ditemui di Jakarta, Jumat (10/1/2020) malam.

Diwakili oleh Wakil Watap RI untuk PBB Muhsin Syihab, dalam pertemuan itu Indonesia menyoroti tiga poin utama diantaranya, penghentian tindakan sepihak yang melanggar Piagam PBB. Sebaliknya, Indonesia mendorong dilakukannya dialog dan penyelesaian perselisihan secara damai.

Menurut pandangan Indonesia, penggunaan kekuatan tidak pernah menjadi solusi atas suatu konflik.

Karena itu, Indonesia mengirim satu pesan yang jelas agar pihak-pihak yang berkonflik dapat segera menghentikan eskalasi, saling menahan diri, dan memperbarui dialog.

Kemudian, Indonesia mengimbau seluruh negara untuk setia menerapkan Piagam PBB melalui komitmen terhadap multilateralisme.

“Tidak ada negara---tidak peduli seberapa kuat---yang dapat secara efektif mengatasi tantangan global sendiri,” kata Muhsin seperti disampaikan dalam salinan pernyataan RI dalam debat terbuka DK PBB.

Indonesia menegaskan bahwa kolaborasi dan dialog yang inklusif dan saling menguntungkan antarnegara sangat dibutuhkan untuk membangun multilateralisme.

Situasi keamanan global kembali memanas baru-baru ini pascaterbunuhnya petinggi militer Iran Qassem Soleimani dalam serangan udara yang dilancarkan AS. Soleimani tewas akibat serangan pesawat tanpa awak AS saat ia berkunjung ke Baghdad, Irak, 3 Januari lalu.

Pascakematian Soleimani, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah basis militer AS di Irak pada Selasa (7/1) malam dan Rabu (8/1) pagi. Sedikitnya terdapat 15 rudal yang ditembakkan dari Iran ke basis militer AS di Irak pada Selasa dan sembilan lainnya pada Rabu.

Merespons ketegangan ini, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi telah memanggil duta besar AS untuk Indonesia dan duta besar Iran untuk Indonesia guna menyampaikan pandangan dan imbauannya.

Menlu Retno juga telah menghubungi Menteri Luar Negeri Vietnam Pham Binh Minh dalam kapasitas Vietnam sebagai Presiden Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membantu meredakan ketegangan tersebut.

Editor: Rosyad Abdullah

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA