Nyatakan Maaf pada Negara Asal 176 Korban, Salah Sasaran Iran Akui Tembak Jatuh Boeing 737 Ukraina

Dunia

Sabtu, 11 Januari 2020 | 11:57 WIB

200111115751-memin.jpg

dailymail

Sempat menyangkal, mengutip keterangan pihak militer melalui tayangan TV nasional Iran mengaku menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina yang menewaskan 176 penumpang. 

Dikutip dari DailyMail, Sabtu (11/1/2020) dalam keterangan yang sama Iran menyebut human error sebagai faktor pemicu. Pemerintah Iran juga meminta maaf pada negara asal para korban yang tewas, Rabu pekan lalu tersebut.

Seperti yang diberitakan Boeing 737 milik Ukrainian International Airlines jatuh tak jauh dari Teheran setelah lepas landas dari Bandara Ali Khomenei. Pesawat terbang beberapa jam setelah militer Iran melancarkan serangan rudal ke markas militer Amerika Serikat di Irak.

Ramai beredar klip yang memperlihatkan pesawat terbakar sebelum jatuh hingga memicu spekulasi salah sasaran, Iran membantah kemungkinan tersebut. Namun kemarin Amerika dan Kanada melalui Presiden Donald Trump dan PM Justin Trudeau menyebut hasil investigasi intelijen meyakini Boeing 737 menjadi korban salah tembak. 

Terbang dengan tujuan ibu kota Ukraina, Kiev pesawat mengangkut 167 penumpang dan sembilan kru. Mereka berkewarganegaraan Iran, Kanada, Jerman, Inggris, Afghanistan dan Ukraina.

Sebelum pernyataan dirilis, Iran diketahui membersihkan lokasi jatuhnya pesawat dan sempat menegaskan tidak akan menyerahkan kotak hitam. Dan bersamaan dengan pernyataan terbaru ini Iran menyebut akan merilis rekaman penerbangan namun menolak mengizinkan pihak Amerika melakukan penyidikan atas konten.

Sementara itu pihak Washington dan sekutu menyebut pesawat ditembak jatuh dua rudal Iran, dua menit setelah lepas landas.

Pesawat diperkirakan menjadi korban salah sasaran militer yang keliru mengidentifikasi Boeing 737 sebagai jet tempur. Hingga kini belum ada pernyataan dari negara yang warganya turut menjadi korban.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA