Tewas dalam Serangan Hizbullah, Inikah Kontraktor Militer yang Memicu Ketegangan Iran - Amerika?

Dunia

Rabu, 8 Januari 2020 | 16:26 WIB

200108162517-tewas.jpg

dailymail

Di antara sekian alasan yang disebutkan menjadi faktor utama eksekusi jenderal Iran, Qassem Soleimani adalah kematian kontraktor militer AS dari Valiant Integrated Services. Ia disebut tewas di pangkalan militer di Irak dalam serangan yang diklaim merupakan perintah Teheran.

Sempat misterius dan dituding fiktif kini nama kontraktor dimaksud mulai menemui titik terang.   Dikutip dari DailyMail, Rabu (8/1/2020) kontraktor militer dimaksud bernama Nawres Waleed Hamid.

Nawres tewas dalam serangan roket di Irak bulan lalu dan telah dimakamkan di California Utara. Ia dinyatakan meninggal pada 27 Desember di  pangkalan militer  dekat kota Kirkuk, Irak utara, tempatnya bekerja sebagai ahli bahasa.

Pihak berwenang AS mengatakan milisi yang didukung Iran menembakkan roket ke pangkalan di mana Hamid bertugas. Selain membunuhnya, sejumlah pasukan koalisi pun terluka. Serangan  memicu serangkaian pembalasan antara AS  dan Iran yang kini  meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Nawres Waleed Hamid.

Hamid tinggal di Arden Arcade, pinggiran Sacramento dan dimakamkan di ibu kota negara bagian California, akhir minggu lalu. Istri Hamid, Noor Alkhali  kepada Sacramento Bee mengatakan dirinya merasa ada yang salah ketika sang suami tak membalas pesan teleponnya.

Tak lama kemudian, wakil Valiant Integrated Services menyampaikan berita kematiannya. "Tak ada yang kukenal selain dia di sini," ujar Alkhalil yang sudah dikaruniai dua orang anak. "Aku masih tidak percaya. Sulit untuk menerima dia sudah tidak ada,” katanya.

Valiant Integrated Services  membayar semua biaya penguburan  di pemakaman Muslim Greater Sacramento. Hamid lahir di Irak dan tiba di Amerika bersama istrinya tahun 2011 ketika Alkhali tengah mengandung.

Ia menjadi warga negara AS melalui naturalisasi pada 2017. Keduanya berencana menetap di California. "Tak ada yang tersisa di Irak," ujar Alkhalil. “Sekarang fokusku adalah anak-anak.”

Warga naturalisasi dari Irak.

“Nawres mengabdi dan berkorban untuk bangsa ini dan kita semua berutang budi padanya,” ujar anggota dewan dari Demokrat, Doris Matsui. Valiant yang bermarkas di Virginia mengeluarkan yang menyebut Hamid sosok yang profesional dan berkomitmen tinggi serta sangat dihargai oleh rekan-rekannya.

Kematian Hamid disebut AS didalangi Kataeb Hizbullah atau Brigade Hizbullah, milisi Irak yang didukung oleh Iran. Menanggapi serangan Hizbullah ini Amerika melancarkan serangan udara dengan sasaran kelompok peluang hingga menewaskan 25 orang di Irak dan Suriah.

Berikutnya serangan balasan terhadap kedutaan besar AS di Baghdad, diikuti eksekusi serangan drone di Bandara Internasional Baghdad, Jumat lalu yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani. Kematian komandan operasi klandestin Iran ini membuat bangsa Iran berduka.  Sempat terjadi saling ancam antara Teheran dan Washington, hari ini  Iran melancarkan Operasi Martyi Soleimani.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA