Operasi Martyr Soleimani Dimulai, Puluhan Rudal Balistik Iran Hantam Markas Militer Amerika

Dunia

Rabu, 8 Januari 2020 | 09:50 WIB

200108095008-opera.jpg

dailymail

Iran menembakkan belasan rudal balistik dengan sasaran dua pangkalan militer Irak yang juga markas pasukan Amerika dalam serangan balasan terhadap eksekusi Qassem Soleimani, Jumat lalu.

Dua target, pangkalan Ayn al Asad di Irak barat yang sempat dikunjungi Presiden AS Donald Trump pada Desember 2018 dan pangkalan Erbil di Kurdistan mendapat serangan rudal pada Selasa sekitar pukul 5.30 sore (EST).

It's on.

Operation Martyr Soleimani.

Dikutip dari DailyMail, Rabu (8/1/2019), Pentagon menyatakan rudal  diluncurkan dari Iran dengan target pasukan militer AS dan koalisi di Irak. Belum ada detail mengenai korban tapi laporan CNN terdapat korban dalam serangan pangkalan udara Al Asad.

Menyusul serangan Iran ini, Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo tiba di Gedung Putih. Garda Revolusi Iran, yang mengendalikan program rudal Negeri Seribu Mullah mengonfirmasi   mereka menembakkan roket sebagai pembalasan atas pembunuhan  Jenderal Qassem Soleimani. Operasi Martyr Soleimani dilancarkan hanya beberapa jam setelah pemakaman sang jenderal.

Iran strikes back.

Pangkalan militer Ayn al Asad.

Roket yang digunakan dalam serangan yaitu rudal balistik Fatteh-110 dengan  jangkauan 186 mil atau 300 km. Angkatan Udara Iran juga mengerahkan sejumlah jet tempur untuk berpatroli di wilayah udara sebagai peringatan agar AS dan sekutunya tidak membalas. Pentagon mengatakan masih melakukan kalkukasi kerusakan akibat serangan Iran.

“Saat ini kami mengevaluasi situasi dan respons yang akan kami lakukan. Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan personel, mitra, dan sekutu di wilayah ini.” Presiden Trump sendiri telah mengetahuia serangan roket tapi tidak akan melakukan pidato tanggapan. 

Pangkalan militer Erbil.

"Kami telah mendapat laporan serangan terhadap fasilitas AS di Irak. Presiden telah diberi pengarahan dan sedang memantau situasi dengan cermat dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasional,” ungkap sekretaris pers Gedung Putih Stephanie Grisham. Ketua Dewan Nancy Pelosi juga diberitakan sudah membahas situasi terkini di Iran dalam pertemuan dengan anggota parlemen.

Korps Garda Revolusi Islam, cabang dari Angkatan Bersenjata Iran  dilaporkan mengatakan, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei secara pribadi berada di pusat kendali yang mengoordinasikan serangan. Mereka juga memperingatkan sekutu AS di Timur Tengah akan menghadapi pembalasan jika Amerika membalas serangan dari pangkalan mereka.

"Kami memperingatkan semua sekutu Amerika yang mengizinkan pangkalan mereka untuk ditempati tentara terorisnya bahwa setiap wilayah yang membalas dan menjadi  titik awal dari tindakan agresif terhadap Iran akan menjadi sasaran" Serangan juga turut mengancam Israel.

Iran gunakan misil Al-Fatteh.

Menyusul serangan Operasi Martyr Soleimani,  mantan negosiator nuklir Iran memosting bendera Republik Islam Iran di akun Twitter miliknya. Postingan sejenis dilakukan Trump yang memosting bendera Amerika setelah eksekusi Soleimani di Irak dilakukan dalam serangan pesawat tak berawak MQ-9 Reaper di Baghdad.

Pangkalan udara Ain al-Asad pertama kali digunakan pasukan Amerika setelah invasi  AS di tahun 2003 saat menggulingkan diktator Saddam Hussein. Berikutnya pasukan Amerika ditempatkan di sana dalam perang melawan kelompok ISI di Irak dan Suriah. Markas  menampung sekitar 1.500 personel AS dan pasukan koalisi.

Sekitar 70 tentara Norwegia juga berada di pangkalan yang sama tetapi tidak ada cedera yang dilaporkan. Demikian keterangan Brynjar Stordal, juru bicara Angkatan Bersenjata Norwegia. Sebelumnya pada hari Selasa, Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan Amerika Serikat harus mengantisipasi pembalasan dari Iran atas pembunuhan di Soleimani.

“Saya pikir kita harus mengantisipasi balasan dengan cara atau bentuk apa pun," ujar  Esper dalam briefing di Pentagon. Ia menambahkan pembalasan  kemungkinan juga dilakukan melalui kelompok-kelompok proksi yang didukung Iran. "Kami siap menghadapi segala kemungkinan. Dan kami kan menanggapi dengan tepat apa pun yang mereka lakukan.”

Sebelumnya Trump juga mengatakan tentang “prospek” serangan Iran. "Kami benar-benar siap. Mereka akan merasakan akibatnya" katanya dari Ruang  Oval dalam  pertemuan dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis.

Trump saat mengunjungi salah satu pangkalan yang menjadi sasaran serangan.

Sementara itu, sirene  terdengar menggelegar di konsulat AS di Erbil yang menjadi sasaran serangan. Serangan juga meningkatkan ketegangan di Timur Tengah menyusul  keputusan Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Teheran dengan kekuatan dunia.

Pembunuhan Soleimani dan serangan rudal Iran juga menandai pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir  Washington dan Teheran  saling berhadapan  secara langsung. Fakta ini turut meningkatkan kemungkinan konflik terbuka di  antara kedua negara yang sejak Revolusi Islam di Iran tahun 1979 saling bermusuhan.

Breaking news.

Serangan balasan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah pemakaman Soleimani dan di saat yang sama AS memperkuat posisi dengan  memperingatkan ancaman dari Iran yang bisa dilancarkan di kawasan perairan, rute penting untuk pasokan energi global.

Kedutaan dan konsulat AS juga mengeluarkan peringatan keamanan bnagi warganya mulai dari Asia, Afrika higgga Eropa. Zsehari sebelumnya Angkatan Udara AS menggelar latihan dengan 52 jet tempur di Utah, beberapa hari setelah Trump mengancam akan menyerang 52 lokasi di Iran.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA