Penerima Anugerah Termuda, Dibully Trump Aktivis Remaja Greta Thunberg Raih TIME Person of The Year

Dunia

Kamis, 12 Desember 2019 | 16:23 WIB

191212155929-pener.jpg

dailymail

Greta Thunberg dinobatkan sebagai Person of the Year 2019 Majalah Time, sekaligus menjadi penerima gelar termuda. Aktivis lingkungan berusia 16 tahun ini menginspirasi pemogokan sekolah untuk gerakan penyelamatan lingkungan dari perubahan iklim dengan mendatangi parlemen Swedia.

Kala itu di usia 15 tahun tahun, Greta melakukan  aksi protes sambil membawa poster bertuliskan “Skolstrejk för Klimatet” atau “Pemogokan sekolah untuk iklim.”

Sejak itu ia menjadi wajah gerakan penyelamatan iklim dari kalangan muda. Satu setengah tahun terakhir para pegiat dan ilmuwan menyambut aktivisme ala Greta. Termasuk pidato-pidatonya yang agresif dalam  menantang para pemimpin dunia untuk berbuat lebih banyak guna menghentikan pemanasan global.

And the winner is..

Dimulai dari mogok sekolah di Swedia.

Pemimpin redaksi Majalah Time, Edward Felsenthal dalam The Today Show mengatakan, “Dia menjadi suara ternyaring untuk isu terbesar yang dihadapi  planet Bumi saat ini dan dia memulai dari nol hingga memimpin gerakan dunia.” Ia memastikan Greta menjadi nomine termuda majalah itu. Terakhir  Malala Yousafzai, runner-up 2012 kalah dari Barack Obama di usia 15 tahun.

Greta mulai menjadi headline saat tampil di Majelis Umum PBB. Sebuah momen juga menjadikannya viral, yaitu kala ia menatap Presiden AS Donald Trump yang juga hadir dengan tatapan marah. Menanggapi foto ekspresi Greta ini, Trump bahkan mencuitkan sindiran yang kemudian dijadikan remaja berambut panjang banner akun Twitter miliknya.

Greta and Trump moment.

Trump sendiri masuk dalam nominasi tahun ini bersama ketua dewan Amerika Nancy Pelosi, demonstran Hong Kong, dan wistleblower yang memicu pemakzulan Trump. Meski tak semua memberikan komentar positif, banyak politisi yang menyatakan dukungan pada Greta yang menderita Asperger's syndrome.

Salah satunya politisi yang juga pejuang lingkungan, mantan wapres AS Al Gore. “Brilliant decision for @TIME to choose @GretaThunberg as its Person of the Year.” Demikian cuitannya di akun Twitter.

Memulai gerakan dunia di usia sangat belia.

“Greta perwujudan otoritas moral gerakan aktivis muda yang menuntut agar kita bertindak segera untuk menyelesaikan krisis iklim. Dia inspirasi bagiku dan warga dunia,” lanjutnya.  Sementara editor Felsenthal mengatakan Greta mewakili perubahan generasi yang lebih luas dalam budaya.

Majalah Time juga menyatakan, 16 bulan sejak pidatonya di ajang PBB, Greta  telah berbicara dengan sejumlah kepala negara di PBB, bertemu  Paus, berdebat dengan Presiden Amerika Serikat dan mengilhami sedikitnya empat  juta orang untuk bergabung dalam even “Serangan Iklim Global 2019”.

"Greta will go on.."

Terkait isu yang diperjuangkannya, Greta mengatakan, “Bahaya terbesar bukanlah tidak bertindak; bahaya sebenarnya yaitu  ketika politisi dan CEO memberi kesan seolah mereka telah bertindak, sementara fakta menunjukkan hal sebaliknya. Mereka hanya melakukan hitung-hitungan keuntungan dan aksi PR saja.”

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA