Kini Dicabut, Kerajaan Arab Saudi Wajibkan Tempat Makan Sediakan Pintu Khusus Pengunjung Single

Dunia

Selasa, 10 Desember 2019 | 15:30 WIB

191210153028-arab-.jpg

dailymail

Arab Saudi mencabut  aturan yang ternyata mengungkap kewajiban memisahkan pintu masuk pengunjung single dan yang berkeluarga di rumah makan dan restoran. Ini dilakukan dalam upaya terbaru untuk mengurangi pembatasan sosial.

Dikutip dari DailyMail kemarin, selama ini para pengelola rumah makan diwajibkan membuat dua pintu berbeda. Satu untuk pria single dan yang lainnya diperuntukkan bagi wanita dan keluarganya. Kebijakan ini sudah berlaku  selama beberapa dekade.

Namun Kementerian Daerah dan Urusan Regional melalui akun Twitter Minggu lalu menyatakan telah mencabut sejumlah persyaratan untuk restoran, termasuk kewajiban pintu masuk bagi para single dan pintu masuk terpisah untuk keluarga. Tidak dijelaskan apakah aturan serupa berlaku untuk di dalam resto atau tidak.

Didorong MBS.

Tak banyak perempuan yang berani keluar tanpa abaya.

Aturan yang berlaku, saat berada di dalam resto atau rumah makan pengunjung pria yang berstatus lajang duduk di area terpisah dengan pengunjung wanita dan mereka yang datang dengan keluarga.

Meski demikian diam-diam beberapa rumah makan tak lagi memberlakukan kebijakan yang diterapkan untuk mencegal liberalisasi tersebut.

Menanggapi revisi kebijakan ini, kalangan muda menyambutnya dengan positif. Tetapi tidak demikian dengan kelompok konservatif yang menentangnya karena tak sesuai syariah atau hukum Islam.

Pencabutan ini juga banyak dikaitkan dengan  pemimpin de facto Kerajaan Saudi, Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) yang mencoba menarik investasi melalui imej batu yang lebih moderat.

Diawali izin mengemudi.

Pengunjung gerai fast food dilayani dengan pembatas.

Demi proyek jangka panjang ini MBS “mengurangi” otoritas ulama garis keras guna mendorong modernisasi. Di antaranya kini konser musik yang mengizinkan penonton dua gender berbeda berada di venue yang sama. Begitu pun di bioskop, kini kaum perempuan sudah terlihat lalu lalang. Modernisasi diawali izin berkendara untuk kaum Hawa. 

Tiga tahun lalu, polisi syariah masih aktif mengawasi titik keramaian seperti mal. Mereka akan memperingatkan pasangan yang dicurigai bukan muhrim. Namun gerakan moderat MBS ini tetap diwarnai berita penangkapan aktivis termasuk perempuan yang menginginkan reformasi berjalan dengan lebih cepat. Diklaim terjadi kekerasan dari interogator, pihak Saudi dengan tegas membantahnya.
 

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA