Pabrik Pembuat Topi dan Pakaian Terbakar, 43 Orang Tewas

Dunia

Minggu, 8 Desember 2019 | 19:25 WIB

191208192437-pabri.jpeg

dok

ilustrasi

SEBANYAK 43 orang dilaporkan tewas dalam kebakaran sebuah pabrik di New Delhi, India. Otoritas India saat ini tengah menginvestigasi penyebab kebakaran yang terjadi pada pagi hari itu.

Menurut informasi, para kerabat korban yang terperangkap di dalam pabrik menunggu di luar rumah sakit untuk mengidentifikasi korban tewas.

Pemadam kebakaran harus berjuang memadamkan api dari jarak 100 meter. Dilansir dari detik.com berdasarkan AP, Ahad (8/12/2019), petugas kesulitan karena sulitnya akses ke lokasi kebakaran hingga adanya kabel listrik yang tersangkut di sana.

Salah seorang warga sekitar, Mohammed Naushad, mengatakan dia terbangun saat mendengar teriakan minta tolong pada pukul 04.30 waktu setempat. Dia kemudian pergi keluar dan mendapati adanya asap dan api keluar dari bangunan yang terletak di dekat Sadar Bazaar, New Delhi.

Di dalam, dia kemudian menemukan lantai empat telah dilalap api. Sementara, satu lantai di bawah, dia melihat 20 hingga 25 orang berbaring di lantai.

"Aku tidak tahu apakah mereka tewas atau pingsan. Tapi mereka tidak bergerak," kata Naushad.

Naushad mengatakan, dia lalu menyelamatkan setidaknya 10 orang di pundaknya dan di pelukan responden darurat.

Di luar kamar mayat, yang dijaga oleh puluhan petugas polisi, beberapa kerabat pekerja mengatakan mereka menerima panggilan telepon dari orang-orang yang terperangkap di dalam yang memohon mereka untuk memanggil pemadam kebakaran.

Banyak korban merupakan pekerja migran dari negara bagian perbatasan Bihar yang miskin di India timur, kata salah satu kerabat. Mereka menghasilkan sedikitnya 150 rupee per hari dengan membuat tas tangan, topi dan pakaian lainnya, tidur di pabrik di antara shift yang panjang.

Menurut juru bicara kepolisian, Yogesh, banyak korban tertidur ketika pabrik terbakar. Penyebab kebakaran itu tidak segera jelas.

Laporan terhadap pemilik gedung atas tuduhan pembunuhan tak disengaja. Namun, belum ada penangkapan dilakukan. Asisten Komisioner Polisi, Anil Kumar Mittal mengatakan pihaknya saat ini tengah menginvestigasi legalitas dari pabrik tersebut.

Perdana Menteri India, Narendra Modi telah menyampaikan bela sungkawanya atas tragedi kebakaran ini. Dia menggambarkan kebakaran tersebut sebagai 'sangat mengerikan'.

"Aku turut berbela sungkawa kepada mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai. Semoga orang-orang yang terluka cepat sembuh," cuit Modi di Twitternya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA