Menyamar Jadi Warga Sipil, Kelompok Bersenjata Serang Pasukan Rusia-Turki

Dunia

Rabu, 20 November 2019 | 00:23 WIB

191120003121-menya.jpg

Kurdistan 24

Rombongan pasukan Rusia di Suriah Utara.


IRING-IRINGAN patroli tentara gabungan Rusia dan Turki, Senin (18/11/2019), diserang kelompok teroris separatis YPG/PKK di Suriah Utara.

Pasukan penyerang berusaha menghalangi kendaraan lapis baja dengan penghalang beton, melempari mereka dengan bom Molotov dan batu. Sementara Kantor Berita Turki, Anadolu merekam patroli darat gabungan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara Ankaradan Moskow bulan lalu.

Satu kendaraan Rusia juga menjadi sasaran bom Molotov, dan untuk sementara berhenti sebelum melanjutkan patroli.

Pelaku teror, yang menyamar dengan pakaian warga sipil, berusaha mengganggu gerakan patroli gabungan. Demikian dilaporkan Anadolu, yang dilansir Antara di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Pada 8 November, satu rekaman video memperlihatkan seorang pria bergantungan di pintu satu kendaraan militer Turki yang bergerak selama patroli bersama dengan Rusia. Pria itu berusaha mendekati tentara di dalamnya.

Di dalam video tersebut, pria itu jatuh dari kendaraan tersebut dan tampaknya cedera. Akun media sosial yang berkaitan dengan YPG/PKK secara palsu menyatakan satu kendaraan lapis baja Turki mengakibatkan kematian seorang warga lokal.

Namun, penelitian lebih lanjut di unggahan itu mendapati orang yang diduga sebagai warga sipil tersebut sesungguhnya adalah anggota YPG/PKK.

Di bagian lain di internet, orang yang sama diperlihatkan di depan mortir yang ditembakkan ke wilayah Turki dan memasang mortir.

Pada 22 Oktober, Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan yang menjadi dasar penarikan anggota YPK/PKK sejauh 30 kilometer ke selatan perbatasan Turki dengan Suriah, dan pasukan keamanan Turki dan Rusia akan melakukan patroli gabungan di sana.

Dalam lebih dari 30 tahun aksi teror terhadap Turki, PKK, yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teror oleh Turki, AS dan Uni Eropa, telah bertanggung jawab atas kematian 40 ribu orang, termasuk perempuan, anak kecil dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA