LKS, Jabar Masagi Jadi Tema Wall & Floor Tilling

Dinas Pendidikan Jabar

Rabu, 20 November 2019 | 20:31 WIB

191120200805-lks-j.jpg

disdik jabar


PELAKSANAAN Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 telah dimulai. Sebanyak 31 mata lomba telah bergulir sejak Selasa (19/11/2019). Tak terkecuali bidang lomba Wall & Floor Tilling yang digelar di SMKN 6 Bandung, Jln. H. Hasan, Cisaranten Kidul, Kota Bandung, Rabu (20/11/2019).

Dalam mata lomba tersebut, seluruh peserta ditugaskan membuat hiasan dinding dan lantai dari rangkaian keramik dengan desain khusus. Tahun ini, desain dinding harus membentuk logo Jabar Masagi yang merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bidang pendidikan.

Salah seorang juri perlombaan, Didi Sutardi menjelaskan, beberapa kriteria penilaian dalam perlombaan tersebut, yakni kecepatan pengerjaan, kerapian pemotongan, dan kerataan bidang. "Kita lihat bagaimana hasil pemasangannya, apakah lurus atau tidak, dan jaraknya sesuai atau belum. Itu tiga kriteria yang paling penting," ujarnya.

Ia menilai, seluruh peserta telah melakukan persiapan dengan baik. Hal tersebut terlihat dari hasil karya mereka yang hampir selesai. "Bakatnya sudah ada, istilahnya tinggal dipoles saja," ucap Didi yang merupakan juri perwakilan dari pihak dunia usaha dunia industri (DUDI).

Lebih jauh, pria yang bekerja di PT Nusantara Citra, perusahaan yang bergerak di bidang konsultan jasa pembangunan ini menjelaskan, bidang tilling memiliki peluang kerja cukup besar, khususnya di bidang jasa borongan. Karena, jasa fisik seperti ini sangat dibutuhkan di lapangan.

"Hanya, belum ada jurusan yang secara spesifik mengembangkan bidang tersebut. Kalau masuknya jurusan bangunan, kan luas juga jenisnya," katanya dalam laman disdik.jabarprov.go.id

Sehingga, ia pun menyarankan kepada pemerintah agar mewadahi minat dan bakat yang dimiliki siswa. Jika membuka jurusan baru butuh waktu lama. Langkah awal yang bisa ditempuh, yakni dengan mengadakan dan memberikan sertifikasi kompetensi keahlian kepada siswa di bidang terkait. "Syaratnya kan itu jika mau masuk ke dunia industri," ucapnya.

Salah seorang peserta, Farhan Alva Sandika mengatakan, proses tilling yang ia lakukan berjalan lancar. Hal ini tak lepas dari persiapan yang telah ia lakukan sejak jauh-jauh hari. "Persiapan dilakukan selama tiga minggu. Saya berlatih dan bimbingan langsung di sekolah," ujar peserta kontingan Kota Bandung tersebut.

Siswa SMKN 5 Bandung itu mengaku senang karena bisa mengikuti LKS tingkat provinsi. Bagi Farhan, perlombaan ini memberinya pengalaman baru tentang dunia kerja, khususnya suasana kerja di lapangan. Ia pun berharap bisa mendapatkan hasil terbaik di lomba tahunan tersebut. "Pengen juara atau minimal masuk tiga besar," harap siswa jurusan konstruksi gedung, sanitasi, dan perawatan ini.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA