Ini Lima Proses Revitalisasi SMK

Dinas Pendidikan Jabar

Selasa, 12 November 2019 | 21:24 WIB

191112204745-ini-l.jpg

disdik jabar


DIREKTUR Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), M. Bakrun mengatakan, revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah memasuki tahun ketiga. Hal itu sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016.

"Saat kita berbicara revitalisasi, terdapat lima hal yang perlu dilakukan saat proses revitalisasi," ujar M. Bakrun saat kegiatan Epitech XIII Jawa Barat Tahun 2019, di Terminal Type A, Kertawangunan, Kabupaten Kuningan, Selasa (12/11/2019).

Direktur PSMK mengatakan, yang pertama adalah revitalisasi kurikulum. Demi peningkatan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, perlu diawali dengan revitalisasi kurikulum. Kurikulum akan diselaraskan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri (Dudi).

Yang kedua adalah revitalisasi kerjasama dengan Dudi. Sebelumnya, kerjasama SMK dengan Dudi belum terlalu kuat. Maka perlu adanya revitalisasi untuk memperkuat kerjasama tersebut. Mulai dengan melakukan identifikasi, praktik industri, sampai bagaimana penempatan lulusan SMK. Salah satu aktifitas didalamnya adalah membuka bursa kerja (job fair).

Selanjutnya revitalisasi sarana dan prasarana, yang perlu disesuaikan dengan keadaan di dunia usaha/dunia industri. Walaupun tidak dapat sepenuhnya mengikuti perkembangan sarana dan prasarana di dunia usaha/dunia industri yang begitu cepat, tetapi tetap perlu adanya upaya pengembangan sarana dan prasarana di sekolah.

Revitalisasi Proses Sertifikasi menjadi hal keempat. Sertifikat kompetensi perlu bermanfaat bagi para lulusan SMK. Maka bersama lembaga sertifikasi dan Dudi, perlu dilakukannya revitalisasi proses sertifikasi. Sehingga, sertifikat yang dimiliki lulusan SMK dapat diakui oleh Dudi.

Hal kelima yakni Revitalisasi Guru dan Tenaga Kependidikan. Hal itu menjadi dasar utama revitalisasi kurikulum. Karena perkembangan teknologi yang sangat pesat, sehingga para guru dan tenaga kependidikan perlu menyesuaikannya. Selain itu, guru kejuruan relatif kurang, maka perlu diadakannya proses revitalisasi bagi guru dan tenaga kependidikan.

Dengan lima proses revitalisasi tersebut, terkait SDM, Direktur PSMK mengharapkan kedepan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, ketersediaan SDM yang unggul, dan ketersediaan ketenagakerjaan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA