Libel Educafetaria, Kantin Unik SMKN 15 Bandung

Dinas Pendidikan Jabar

Sabtu, 9 November 2019 | 05:31 WIB

191109053239-libel.jpg

ist


ADA pemandangan berbeda di kantin SMKN 15 Kota Bandung. Selain desain bangunan yang kekinian dihias ornamen batu bata di dindingnya, pembagian stan pedagang pun terlihat rapi.

Dengan suasana tempat makan yang chill dan cozy, ada juga hal menarik dari kantin ini yang tidak bisa kita anggap biasa, yakni metode pembayarannya.

Ya, di kantin bernama "Libel Educafetaria" ini, siswa membayar jajanan tidak dengan uang, melainkan menggunakan koin khusus, seperti penggunaan koin di tempat permainan di mal.

Penggunaan koin ini merupakan inovasi teachingfactory jurusan tata boga SMKN 15 Bandung. Koordinator teaching factory, Emma Muslimah menjelaskan, penggunaan koin ini memiliki tiga tujuan. Pertama, menjaga kehigienisan makanan karena penjual dan siswa tidak harus memegang dan bertransaksi dengan uang yang terpapar banyak bakteri.

Kedua, melatih kedisiplinan untuk menukar koin dengan cara mengantre. Hal tersebut merupakan salah satu pendidikan karakter melalui cara yang sederhana.

"Sedangkan yang ketiga, agar unik dan beda dengan sekolah lain karena ini memang ciri khas sekolah kita," ujarnya, Jumat (8/11/2019).

Kantin Libel Educafetaria ini mempunyai sembilan stan penjualan. Setiap stan memiliki karakteristik penjualan. Di antaranya jajanan tradisional, makanan Barat (luar negeri), dan makanan cepat saji.

Dari sembilan stan, dua di antaranya dikelola siswa jurusan tata boga. Sedangkan sisanya, diisi oleh mitra usaha dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang juga juga memandu para siswa dalam proses produksi hingga penjualan.

"Di sekolah hanya diajarkan membuat pastry, tidak belajar membuat makanan Barat. Nah, mereka diterjunkan langsung ke mitra usaha untuk mempelajari hal tersebut," tuturnya dalam laman disdik.jabarprov.go.id.

Ke depan, ia dan pihak sekolah berencana memasarkan produk siswa tata boga melalui marketplace agar bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat.

"Kemarin baru daftar dan semoga ke depan bisa dikenal oleh masyarakat saat penjualan memakai sistem daring," harapnya.

Salah seorang siswa, Andini Dwi Lestari mengaku senang melihat sistem pembayaran di kantin sekolahnya itu. Meski berbeda dari kebanyakan, keunikan tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi siswa yang gemar jajan mi dan batagor ini.

"Kalau bisa, tempatnya lebih gede dan sama lebih banyak yang jualannya," harap siswa kelas XI jurusan perhotelan tersebut.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA