Tingkatkan Penguasaan Bahasa Inggris, KCD IV Luncurkan Program One Day English

Dinas Pendidikan Jabar

Kamis, 7 November 2019 | 20:06 WIB

191107200704-tingk.jpg

humas disdik jabar


SEBANYAK 250 peserta menghadiri peluncuran Program One Day English bagi SMA/SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Karawang yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Karawang, Jln. Pangkal Perjuangan, Kabupaten Karawang, Kamis (7/11/2019).

Acara yang diprakarsai Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah (Cadisdikwil) IV ini, bertujuan membiasakan penggunaan bahasa Inggris oleh siswa dalam percakapan sehari-hari, sekaligus membekali siswa agar mampu menguasai bahasa universal tersebut.

Ke-250 peserta merupakan guru bahasa Inggris dan perwakilan siswa seluruh SMA/SMK negeri dan swasta di Kabupaten Karawang. Cadisdikwil IV pun turut menggandeng The Global Academy, consultant training edukasi berbasis global.

Kepala Cadisdikwil IV, Ai Nurhasan mengatakan, penguasaan bahasa sangat penting bagi siswa, khususnya bahasa Inggris sebagai bahasa global saat ini. "Dunia hari ini sangat terbuka, komunikasi sudah sangat luas karena sudah tak ada batasan antarnegara. Tanpa menguasai bahasa Inggris yang baik maka berbagai informasi dari luar akan sulit kita pahami. Karena, bahasa merupakan perantara kita dengan dunia luar," tutur Ai.

Sehingga, tambahnya, penggunaan bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari perlu dibiasakan. Membuat anak pandai berbahasa Inggris, menurut Ai, tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan belajar mengajar di kelas. 
"Pembiasaan itu dampaknya lebih dahsyat. Orang-orang bisa berbahasa daerah dengan lancar karena terbiasa menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari," paparnya dalam laman disdik.jabarprov.go.id.

Setelah diluncurkan di Kabupaten Karawang, lanjut Ai, program tersebut juga akan dilaksanakan di kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang. "Rencananya, akan launching pada Desember 2019," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMK, Neni Djunaeniah menuturkan, upaya pertama yang harus dilakukan sekolah untuk melaksanakan program ini, yaitu membentuk superlearning team (SLT) atau tim pengelola inti yang diisi oleh seluruh siswa yang memang menyukai bahasa Inggris. Nantinya, sebagai tim pengelola, siswa akan menjalankan job desk dari guru bahasa Inggris yang telah diselaraskan dan sesuai dengan sekolah lain yang menjalankan program tersebut.

Salah seorang peserta, Wia Curwiasaih mendukung penuh program tersebut. Guru SMAN 5 Karawang itu menegaskan, saat ini kemampuan berbahasa Inggris memang diperlukan bagi siswa SMA dan SMK. "Di era 4.0 ini, yang sekarang lebih dibutuhkan memang praktik speaking dibandingkan penguasaan teori," ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA