Pemkab Garut Bolehkan Warga Gelar Salat Id Berjamaah

Daerah

Sabtu, 23 Mei 2020 | 16:59 WIB

200523165948-pemka.jpeg

dok

Bupati Garut Rudy Gunawan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut tidak akan melarang apalagi membubarkan warga yang melaksanakan salat Id. Meski pemerintah tetap mengimbau agar warga melakukan ibadah di rumah, termasuk salat Id.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, saat ini Kabupaten Garut ditetapkan masuk zona biru. Artinya, terang Rudy, semua aktivitas bisa kembali dilakukan asalkan mematuhi anjuran pemerintah dengan menjaga jarak.

"Pak gubernur memperbolehkan untuk melaksanakan ibadah, tapi menerapkan physical distancing. Agar tak berkerumun dan tak terlalu padat massa," ujarnya, Sabtu (23/5/2020).

Menurut Rudy, tahun ini Pemkab Garut tidak menyelenggarakan salat Id. Masjid Agung dan Alun-alun Garut pun ditutup untuk pelaksanaan salat Id. Meski demikian, pihaknya tak melarang warga untuk melaksanakan salat id di masjid lain dengan protokol kesehatan.

"Jalan ke arah Masjid Agung akan ditutup. Tapi salat Id di masjid lain dengan protokol kesehatan silakan saja. Meski kami imbau di rumah saja," ucapnya.

Rudy juga menjamin, jika ditemukan ada warga yang menggelar salat Id di jalanan tidak akan dibubarkan. Pihaknya akan memerintahkan Satpol PP dan petugas lainnya untuk melakukan penjagaan. Jangan sampai terjadi pembubaran.

"Kami tidak akan melarang pelaksanaan ibadah. Apalagi dibubarkan. Hanya mengatur ibadah sesuai protokol kesehatan. Seperti pakai masker dan bawa sajadah sendiri," katanya.

Rudy pun mengajak masyarakat untk mengikuti ajakan MUI pusat yang merekomendasikan ibadah di rumah. Namun jika memaksakan untuk salat Id berjamaah, pihaknya juga mempersilahkan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA