PMII Kota Tasikmalaya Soroti Pemkot Gelontorkan Pengadaan Sarung Senilai Rp800 Juta

Daerah

Senin, 18 Mei 2020 | 15:55 WIB

200518155619-pmii-.jpg

Septian Danardi

DI dalam masa pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya seharusnya mengeluarkan kebijakan anggaran untuk hal-hal yang besifat penting dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan atau yang dibutuhkan rakyat.

Menurut Ketua 2 PC PMII Kota Tasikmalaya, Asep Kustina, di tengah-tengah masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat efek pandemi Covid-19, Pemkot malah mengeluarkan anggaran untuk hal yang kurang bahkan tidak produktif, seperti halnya anggaran untuk pengadaan sarung.

"Seharusnya dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini seperti di awal, kita ketahui bersama ketika sedang kondisi ini pemerintah seharusnya menggelontorkan anggaran untuk kebutuhan pokok masyarakat, itu yang harus diprioritaskan," katanya, Senin (18/5/2020).

Karena jelas menurut Permenkes No. 9 Tahun 2020 pemerintah harus mempersiapkan kebutuhan yang bersifat fundamental, hal yang mendasar yang kemudian harus dilakukan pamerintah.

"Jadi kami beranggapan Pemerintah Kota Tasikmalaya gagal dalam mengaktualisasikan Permenkes No. 9 Tahun 2020 dalam penerapan PSBB," ujarnya.

Pemerintah seharusnya bisa memilih mana prioritas mana non prioritas, karena yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah bagaimana mereka bisa tercukupi kebutuhan pokoknya.

Anggaran untuk pengadaan sarung sendiri, kata Asep, kurang lebih senilai Rp800 juta. "Peruntukan sarung itu belum jelas untuk siapa, perorangan atau lembaga. Kami sengaja menggelembungkannya agar bisa diketahui publik uang yang digelontorkan tersebut," katanya.

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA