Kisruh Data Penerima Bantuan, Warga Desa Dungusiku Ontrog Kantor Desa

Daerah

Senin, 18 Mei 2020 | 15:38 WIB

200518154511-kisru.jpg

Robi Taufik Akbar

DIPICU adanya dugaan penggelembungan data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), warga Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendatangi kantor desa, Senin (18/5/2020) untuk melakukan audiensi. Dalam aksi tersebut terjadi kericuhan dan terjadi pemukulan antarwarga.

Aksi tersebut sempat dilerai oleh petugas kepolisian yang berjaga-jaga. Bahkan dalam foto yang beredar salah seorang anggota mengeluarkan senjata guna meredam aksi agar tak lebih ramai lagi.

Beredar informasi, dugaan penggelembungan data penerima yang semula 1.000 penerima menjadi 1.500 penerima. Sehingga warga hendak mempertanyakan data yang benar pada pihak kepala desa (kades).

Gejolak warga akhirnya bisa diredam oleh petuga kepolisian yang turun mengamankan jalannya aksi tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Dungusiku, Yoyoh, saat dikonfirmasi melalu sambungan ponselnya tidak menjawab, begitu juga saat dikirim perpesanan Whatsapp tidak menjawab.

Informasi yang berhasil dihimpun dari pegawai Kecamatan Leuwigoong, menyebutkan, aksi tersebut dipicu ada yang mempertanyakan pembagian sembako yang bersumber dari dana gotongroyong Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2020, yang mana seharusnya dibagikan ke setiap RW. Lantaran adanya wabah Covid-19 dialihkan untuk dana sembako.

"Memang tidak ada tembusan dahulu ke kecamatan. Sejak awal sudah diingatkan agar pendataan dilakukan dengan baik dan akurat," singkat sumber tersebut.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA