Baru Pulang dari Zona Merah, 244 Warga Cipatujah Diminta Siolasi Mandiri

Daerah

Jumat, 27 Maret 2020 | 09:58 WIB

200327100048-baru-.jpg

Darma Legi

ilustrasi

TIM Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah meminta 244 warga untuk mengisolasi secara mandiri. Mereka adalah para perantau yang baru mudik ke kampung halamannya.

Mereka tercatat berada di 15 desa. Untuk langkah kewaspadaan, maka seluruhnya pun kini diminta untuk mengisolasi mandiri di rumahnya masing-masing dengan dipantau oleh Tim Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah.

Keseluruhan warga yang berasal dari Kecamatan Cipatujah tersebut untuk sementara masuk data orang yang baru pulang dari wilayah transmisi lokal atau luar daerah. Sehinga mereka belum dinyatakan masuk distatus Orang Dalam Pantauan (ODP).

Ketua Tim Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah, dr Nono Yuhana menjelaskan informasi data sementara sebanyak 244 warga di Kecamatan Cipatujah yang beredar baru sebatas data masyarakat yang baru pulang dari wilayah transmisi lokal atau luar daerah. Status mereka pun belum masuk Orang Dalam Pantauan (ODP).

"Jumlahnya ada 244 warga asal Kecamatan Cipatujah yang baru pulang dari daerah transmisi. Di dalamnya ada 21 orang yang disertai keluhan batuk dan pilek ringan. Tetapi mereka belum masuk status ODP. Kita meminta ke 244 orang ini untuk tinggal di rumah atau isolasi mandiri," jelas Nono, Kamis (26/3/2020).

Ke 244 orang ini berada di 15 desa berbeda di Kecamatan Cipatujah.  Seperti di Desa Bantarkalong ada 20 orang dengan satu orang disertai ada keluhan. Desa Sindangkerta ada 14 orang, dengan satu orang disertai keluhan sama. Di Desa Ciandum 25 orang dengan satu orang disertai keluhan. Desa Nagrog sebanyak 8 orang dengan satu orang disertai keluhan.

Kemudian, Desa Cikawungading ada 19 orang. Desa Kertasari 5 orang dengan 4 orang disertai keluhan. Desa Darawati sebanyak 27 orang dengan 2 orang disertai keluhan. Desa Padawaras 11 orang. Desa Cipatujah 19 orang. Desa Sukahurip 5 orang.

Selanjutnya Desa Pameutingan ada 16 orang dengan 2 orang disertai keluhan. Desa Ciheras ada 14 orang dengan 1 orang disertai keluhan. Desa Tobongjaya ada 18 orang dengan 2 orang disertai keluhan. Desa Nangelasari ada 28 orang dengan 4 orang disertai keluhan dan Desa Cipanas ada 15 orang dengan 2 orang disertai keluhan.

"Keseluruhan warga Cipatujah yang pulang dari luar daerah itu tidak semuanya pulang dari daerah zona merah. Sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI," tambahnya.

Tim satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah belum menyatakan ke 244 warga Cipatujah tersebut status ODP. Adapun yang disertai keluhan baru sebatas batuk dan pilek ringan.

Mereka dipantau selama isolasi mandiri 14 hari di rumah serta dianjurkan konsultasi via telepon dan WhatsApp dengan Satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah.

Petugas medis di UPT Puskesmas Cipatujah juga, tambah dia, masih tetap berhati-hati dalam penanganan ke-244 warga yang saat ini tengah dipantau. Hal itu dikarenakan APD belum lengkap dimiliki oleh tim satgas Covid-19 UPT Puskesmas Cipatujah.

Sementara itu, Kepala Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Yayan Siswandi mengatakan data sementara warga Cipatujah yang pulang dari wilayah transmisi lokal asal Desa Padawaras ada 11 orang. Kepulangan 11 warganya tersebut variatif ada yang baru pulang dari Jakarta, Bekasi dan daerah lainnya. Ada juga yang pulang dari daerah yang tidak masuk zona merah penyebaran virus Covid-19.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA