Hari ini, Kabupaten Bekasi Mulai Gelar Rapid Test

Daerah

Kamis, 26 Maret 2020 | 09:01 WIB

200326090221-hari-.jpg

ist

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi mulai menggelar rapid test, Kamis (26/3/2020) ini. Pada tahap pertama, pengecekan dengan menggunakan darah ini diberlakukan untuk mereka yang dikategorikan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (OPD).

Tes dilakukan dengan cara mendatangi kediaman masing-masing oleh tenaga medis yang sebelumnya telah lebih dulu menjalani pemeriksaan.

"Skenario pelaksanaan rapid test dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan tanggal 26 Maret 2020 ini yang diperuntukkan bagi Kelompok A yang terdiri dari ODP, PDP,  tenaga kesehatan yang kontak dengan ODP, PDP atau pasien positif," kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

Wartawan PR, Tommi Andryandy melaporkan, data Pikokabsi per 25 Maret 2020, jumlah ODP tercatat 169 orang dengan 23 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan PDP berjumlah 59 orang dengan delapan di antaranya sembuh.

"Mereka yang terdata terbaru sampai 25 Maret akan menjalani tes. Jumlah ODP dan PDP itu ditambah 10 persen sebagai estimasi penambahan. Nanti mereka yang menjalani isolasi mandiri d rumah itu akan dites oleh petugas puskesmas yang sudah terlatih," katanya.

Rapid test akan dilakukan dengan mendatangi kediaman mereka yang dikategorikan ODP. Sedangkan PDP yang dirawat akan menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

"Untuk PDP yang ada di rumah sakit termasuk tenaga kesehatannya dilaksanakan oleh rumah sakit masing-masing dengan pendampingan oleh Dinas Kesehatan," tuturnya.

Sedangkan untuk tahap dua, tes akan diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, stakeholder serta mereka yang bekerja di lingkungan dikategorikan terjangkit covid-19. Tes bagi kelompok B ini rencananya akan digelar Jumat, 27 Maret 2020 dengan sistem drive thru di GOR Wibawa Mukti.

"Namun sistem ini masih dalam rencana dan akan diinfokan bila ada perubahan cara," ujar Alamsyah.

Rapid test ini, kata Alamsyah, menggunakan alat berupa test pack. Pengetesan dilakukan dengan sampel mengambil darah kapiler yang diteteskan ke alat test pack.

"Karena jumlah rapid test hanya terbatas 1000 test, dropping dari provinsi, maka diupayakan semaksimal mungkin," ucap dia.

"Waktunya setelah test di hari ke 10. Tes akan dilakukan setelah dropping rapid pengadaan Dinkes turun sebanyak 4000 test pack," imbuhnya.

Seperti diketahui, rapid test merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk mencegah penyebaran covid-19. Tes dilakukan untuk memetakan persebaran covid-19. Di Kabupaten Bekasi tercatat ada 14 orang positif covid-19 dengan rincian 10 pasien dirawat, satu sembuh dan tiga meninggal dunia.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA