ODP Corona di Subang Bertambah Jadi 115

Daerah

Rabu, 25 Maret 2020 | 17:52 WIB

200325175222-odp-c.jpg

Dally Kardilandok

ilustrasi

HINGGA Rabu (25/3/2020), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Subang terus mengalami peningkatan. Jika sebelumnya tercatat ada sebanyak 84 orang, kini menjadi 115 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, dr. Maxi membenarkan adanya peningkatan angka ODP di wilayah kerjanya. Di antara yang ODP itu 7 orang merupakan warga negara asing (WNA).

"Mereka ini merupakan pekerja di mega proyek pelabuhan internasional dan begitu datang langsung menjalani isolasi selama 14 hari," ujarnya, Rabu (25/3/2020).

Isolasi mandiri ini dimaksudkan untuk melihat perkembangan dan pemantauan sehingga tidak diperbolehkan untuk bekerja terlebih dahulu. Kecuali bila selama 14 hari mereka tidak menunjukan sakit, baru boleh kerja.

Akan tetapi kalau menunjukkan tanda-tanda sakit dan mengarah ke Covid-19 maka akan langsung masuk rumah sakit. Jika hanya sakit biasa ditangani oleh klinik perusahaan atau tenaga kesehatan di Puskesmas.

Dari sekian orang yang masuk kategori ODP bila dilihat dari usia, terdiri dari balita sebanyak 1 orang, 6 tahun – 19 tahun sebanyak 4 orang, 20 – 29 tahun sebanyak 22 orang, 30 tahun – 39 tahun sebanyak 47 orang, 40 tahun – 49 tahun sebanyak 28 orang, 50 – 59 tahun sebanyak 6 orang, 60 – 69 tahun sebanyak 5 orang, dan 70 – 79 tahun sebanyak 2 orang.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat 8 orang. Seorang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dari RSUD Ciereng Subang karena hasilnya menunjukkan negatif Covid-19.

"Dua orang lainnya sudah negatif dan tidak dilakukan isolasi kemudian dipindah ke ruangan lain. Tinggal 5 orang masih menjalani isolasi," jelas dr. Maxi.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA