Wali Kota Tasikmalaya Tetapkan Status KLB Corona

Daerah

Rabu, 25 Maret 2020 | 13:27 WIB

200325132754-wali-.jpg

Septian Danardi

KOTA Tasikmalaya ditetapkan status KLB penyebaran virus corona. Hal itu dikarenakan peningkatan status Orang Daftar Pengawasan (ODP) di Kota Tasikmalaya yang terus meningkat menjadi 116 orang. Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kini menjadi 10 orang dari  35 pasien.

Sementara dari 4 pasien yang saat ini masih di Isolasi di RSUD Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya, 1 di antaranya dinyatakan positif corona. "Penyebaran wabah virus corona di Kota Tasikmalaya,  ternyata cukup memprihatinkan. Hari ini status Kota Tasikmalaya untuk bahaya covid-19 naik status menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dan ini tidak main-main,  masyarakat Kota Tasikmalaya harus tetap waspada dan menjaga pola hidup bersih dan taati protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah," demikian dikatakan Wali Kota Tasikmalaya, Drs.H. Budi Budiman saat konferensi pers dengan para awak media di Halaman Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (25/3/2020).

Dikatakan Wali Kota yang juga Ketua Satgas Gugus Tugas Pengendalian Virus Corona Kota Tasikmalaya, bahwa dengan ditetapkan status KLB ini tentunya masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Apalagi status penyebaran wabah virus corona ini semakin hari bukan turun melainkan semakin meningkat.

"Ini terbukti dengan adanya warga Kota Tasikmalaya satu orang yang dinyatakan positif. Perkembagangan status ODP dan PDP termasuk pasien yang confirm setiap harinya meningkat. Di Kota Tasikmalaya hasil laboratorium dari 35 sampling yang dikirim ke RS Hasan Sadikin Bandung,  dan 3 di antaranya negatif dan 1 positif. Ini menjadi keprihatinan kita semua," katanya.

Budi meminta kepada seluruh warga Kota Tasikmlaya untuk  kesadarannya agar tidak keluar rumah jika tidak terlalu penting. "Lebih baik di rumah saja. Hindari kontak fisik jaga jarak dengan orang minimal 2 meter.  Gunakan masker,  hindari kerumunan dan menjaga pola kebersihan di lingkungan kita," ujarnya.

Untuk antisipasi penyebaran,  lanjut Budi, pihak pemkot bekerjasama dengan Polres Tasikmalaya Kota dan Satpol PP untuk membubarkan kerumunan termasuk di cafe-cafe, tempat hiburan malam dan lokasi atau titik yang kerap dijadikan lokasi nongkrong.

Untuk anggaran, kata Budi, Pemkot Tasikmalaya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 16 miliar dan dana itu bisa dibelanjakan. 

Turut hadir dalam kesempatan konferensi pers tesebut diantaranya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhamad Yusuf,  Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan Hasanudin, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H.Taslim, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf Imam Wicaksana, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto, Danlanud Wiriadinata Tasikmalaya Letkol NAV Ali Sudirman Pasaribu,  Dan Brigif 13 Galuh Kolonel Adi, Kejari Kota Tasikmalaya Dr. Lila Agustina SH, MH, Kadis Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat,  Dirut RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya dr.H.Wasisto Hidayat, M.Kes,. Kepala BPBD Kota Tasikmalaya H. Oetjoe Anwar.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA