Pemkab Garut Bahas Kemungkinan Belajar Mandiri Siswa Diperpanjang

Daerah

Senin, 23 Maret 2020 | 20:45 WIB

200323204743-pemka.jpg

Agus Somantri

Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman (kanan)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut tengah membahas kemungkinan belajar mandiri para siswa sekolah akan diperpanjang. Apalagi setelah ada instruksi dari BNPB jika masa darurat corona diperpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman mengatakan, saat ini pihaknya masih membahas untuk memperpanjang masa social distancing atau jaga jarak sosial. Terutama bagi para pelajar yang masih belajar mandiri sampai akhir pekan ini.

"Ada kemungkinan memperpanjang (belajar mandiri). Apalagi jumlah ODP (Orang Dalam Pemantauan) terus meningkat," ujarnya, Senin (23/3/2020).

Terkait adanya kemungkinan untuk melaksanakan ujian sekolah secara daring, diakui Helmi jika hal itu belum diputuskan. Namun ia menyebut, pihaknya akan segera membahas terkait persoalan tersebut.

Helmi menuturkan, selain untuk anak sekolah, social distancing juga termasuk bagi para pekerja. Ia menilai hal itu sangat perlu untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Menurut Helmi, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, total sudah ada 90 ODP dan tujuh pasien dalam pengawasan (PDP). Dari tujuh PDP tersebut, lanjutnya, lima diantaranya sudah dinyatakan negatif.

"Sedangkan dua orang lainnya masih dilakukan observasi," ucapnya.

Helmi menambahkan, pihaknya melakukan berbagai langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus Corona, di antaranya menjaga pintu masuk ke Garut di wilayah Kadungora dengan memeriksa suhu tubuh setiap penumpang baik kendaraan pribadi maupun umum yang hendak masuk ke Garut.

"Semua orang yang masuk kami cek suhu tubuhnya. Terutama yang berasal dari daerah-daerah terpapar (corona). Petugas terus melakukan penjagaan di wilayah Kadungora," katanya.

Helmi pun kembali mengajak semua masyarakat untuk melakukan social distancing. Sebab menurutnya upaya tersebut sangat penting dilakukan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA