Bupati Akui Perizinan Pembangunan Jalan Poros Tengah Belum Beres

Daerah

Selasa, 3 Maret 2020 | 22:41 WIB

200303223200-bupat.jpg

BUPATI Garut, Rudy Gunawan, mengakui jika pembangunan Jalan Poros Tengah yang menerobos kawasan hutan lindung Gunung Cikuray masih belum beres perizinannya.

Saat ini, terang Rudy, Pemkab Garut masih mengurus izin dampak lingkungan (amdal) dan izin penggunanan kawasan.

"Kita memang ada kesalahan, ketika izin belum keluar dan amdal belum sempurna sudah mulai membuka lahan," ujarnya saat ditemui di rumah dinas Bupati, Komplek Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Selasa (3/3/2020).

Menurut Rudy, pihaknya pun sudah menginstruksikan untuk menghentikan sementara proyek tersebut sampai amdal dan izin lingkungan selesai. Setelah semua perizinan rampung, maka pembangunan akan kembali diteruskan.

"Kami juga sudah memberikan teguran lisan ke pejabat yang bersangkutan. Kita minta dinas terkait untuk segera menyelesaikan perizinan sebelum melanjutkan pembangunan," ucapnya.  

Rudy menuturkan, pembangunan Jalan Poros Tengah telah direncanakan sejak 2019 lalu. Nantinya jalan tersebut akan memiliki panjang 8 kilometer dan lebar 10 meter. Pembangunan itu juga telah melalui kajian teknokratik.

Dana yang dianggarkan Pemkab Garut untuk pembangunan jalan tersebut sekitar Rp 3 miliar dengan cara swakelola.

Rudy menilai, pembangunan Jalan Poros Tengah penting. Sebab Jalan Raya Cikajang-Banjarwangi diperkirakan akan amblas karena struktur geografisnya. Karena itu, jalan poros tengah akan dijadikan sebagai jalan alternatif.  

Rudy pun mengaku optimistis, pihak Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Perum Perhutani akan memberikan izin terkait pembangunan jalan tersebut. Sebab menurutnya, pembangunan jalan itu semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat.  

Terkait ancaman sejumlah aktivis lingkungan untuk melaporkan Pemkab dan DPRD Garut ke polisi dan kejaksaan, menurut Rudy, pihaknya akan mengikuti proses sesuai aturan yang ada. Kendati demikian, diungkapkan Rudy, pihaknya berencana untuk berdiskusi terebih dahulu dengan pihak terkait guna menyelesaikan masalah tersebut.

"Ya ini semua tanggung jawab Bupati," katanya.

Sebelumnya, ratusan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Konsorsium Penyelemat Cikuray melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Garut, Jalan Patriot, Kabupaten Garut, Selasa (3/3/2020) siang.

Mereka menentang pembangunan Jalan Poros Tengah yang menghubungkan Kecamatan Cilawu dengan Banjarwangi karena dinilai telah merusak kawasan hutam. Sekumlah aktivis lingkunan di Kabupaten Garut pun mengancam akan melapurkan Pemkab dan DPRD Garut ke polisi dan kejaksaan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA