Ratusan Aktivis Protes Pembangunan Jalan Poros Tengah di Garut

Daerah

Selasa, 3 Maret 2020 | 12:49 WIB

200303125234-ratus.jpg

RATUSAN aktivis lingkungan yang tergabung dalam Konsorsium Penyelamatan Cikuray turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa, Selasa (3/3/2020). Mereka menentang pembangunan jalan poros tengah karena dinilai merusak lingkungan.

Koordinator Umum Konsorsium Penyelamat Cikuray, Aa Usep Ebit Mulyana, mengatakan, pembangunan jalan yang menghubungkan Kecamatan Cilawu dengan Banjarwangi itu menabrak kawasan hutan dan sangat berdampak pada kerusakan lingkungan.

Menurutnya, di lahan yang dijadikan jalan poros tengah itu merupakan hulu Sungai Cikaengan dan Sungai Ciwulan. Kedua sungai itu bermuara di laut selatan dan memiliki fungsi strategis bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat.

"Pembangunan jalan poros tengah itu berada di kawasan yang memiliki struktur tanah yang gembur, dengan tingkat kecuraman yang tinggi. Sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan erosi," ujarnya di sela aksi unjuk rasa di gedung DPRD Garut, Jalan Patriot, Kabupaten Garut, Selasa.

Ebit menyebutkan, dampak buruknya dari pembangunan jalan tersebut dapat mengganggu kondisi pertanian dan peningkatan kerentanan bencana longsor dan banjir. 

"Selain itu, pembangunan jalan juga berada di kawasan hutan yang menjadi habitat satwa dilindungi. Padahal kawasan antara Cilawu dan Banjarwangi, yang menjadi lokasi rencana pembangunan jalan masih tergolong baik," ucapnya.

Ebit menambahkan, pembangunan jalan juga tidak dilengkapi dengan analisa mengenai dampak lingkungan (amdal), serta tidak memegang izin pinjam pakai kawasan dari pihak Perhutani. Pasalnya sebagian jalan yang dibangun jalan berada di lahan Perhutani. 

Ia pun menilai, pembangunan jalan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) itu terindikasi tidak memiliki kajian studi kelayakan serta tidak sesuai dngan kriteria-kriteria mengenai pembangunan jalan.

"Bahkan sama sekali tidak ada keterbukaan mengenai perencanaan pembangunannya," katanya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA