Polisi Selidiki Penyebab Meninggalnya Siswi SMPN 6 Tasikmalaya

Daerah

Senin, 27 Januari 2020 | 21:58 WIB

200127215957-polis.jpg

Septian Danardi

KASAT Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro mengatakan, akan melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat perempuan di dalam gorong-gorong di depan SMPN 6 Tasikmalaya, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin (27/1/2020).

Korban yang diketahui merupakan siswi SMPN 6 Tasikmalaya, sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke Polsek Mangkubumi pada Jumat 24 Januari 2020.

Dikatakan Dadang, pihaknya menerima laporan dari warga terkait ditemukannya mayat di gorong-gorong, pada Senin sekitar pukul 15.00 WIB.

Polisi mendatangi lokasi, ditemukan mayat perempuan yang masih mengenakan seragam pramuka berikut tas sekolah. Kemudian korban langsung dinevakuasi. "Sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Soekardjo," katanya.

Berdasarkan keterangan penjaga sekolah, kata Dadang, dia mencuim bau anyir yang sangat menyengat dari sekitar gorong-gorong. Ketika dicari sumbernya, petugas dan warga sekitar menemukan mayat di dalam gorong-gorong.

Lantaran tak bisa diambil menggunakan tangan, lanjut Dadang, petugas kemudian membongkar gorong-gorong tersebut dan terlihat kaki manusia.

Dari identitas yang ditemukan, korban berinisial DS (13) merupakan siswi SMPN 6 Tasikmalaya. Setelah dikonfirmasi kepada pihak keluarga, mereka juga memastikan bahwa korban merupakan DS salah satu anggota keluarga yang sempat menghilang.

"Keluarga korban juga telah membuat laporan kehilangan ke Polsek Mangkubumi pada Jumat (24/1/2020). Korban diketahui tak kembali ke rumah sejak Kamis (23/1/2020)," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan korban, kata Dadang, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Namun, pihaknya akan melakukan autopsi kepada korban untuk memastikan penyebab kematiannya.

"Autopsi diperlukan untuk memastikan kematiannya. Kita akan meminta keluarga korban untuk memberikan izin," katanya.

Pihak keluarga telah setuju mayat korban diautopsi. Keluarga ingin memastikan penyebab kematian korban.

Salah satu kerabat korban, Ade Munir (56) mengatakan, korban tidak pulang sejak Kamis. Dari keterangan temannya, saat pulang sekolah korban pulang bersama dua orang temannya. "Namun, lantaran turun hujan, korban memilih berteduh terlebih dahulu, sementara kedua temannya pulang duluan," katanya.

Dikatakan Ade, keluarga juga sempat mendatangi sekolah pada hari Jumat. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa korban terakhir masuk sekolah pada Kamis.

"Keluarga minta pihak sekolah memeriksa CCTV, namun pihak sekolah tidak memperbolehkan, lantaran mesti ada rekomendasi dari pihak kepolisian. Sehingga keluarga langsung membuat laporan kehilangan ke Polsek Mangkubumi," katanya.

Diungkapkan Ade, di lingkungan keluarga, korban dikenal sebagai anak yang senang di rumah dan jarang main, apalagi sampai tidak pulang.

Namun, berdasarkan keterangan ibu korban, korban terlihat murung dan senang berdiam diri sejak dua hari sebelum hilang. "Kata ibu korban, korban sering di-bully di sekolah. Dikatai bau lontong, karena ibunya berdagang lontong," ujarnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA