Mayat Perempuan Berseragam Ditemukan di Gorong-Gorong Depan SMPN 6 Tasikmalaya

Daerah

Senin, 27 Januari 2020 | 18:10 WIB

200127181050-mayat.jpg

Septian Danardi

WARGA digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam gorong-gorong depan SMPN 6 Kota Tasikmalaya, Senin (27/1/2020).

Informasi temu mayat tersebut cepat menyebar hingga ratusan warga berkerumun di lokasi kejadian, karena penasaran ingin menyaksikan dari dekat mengenai jasad perempuan yang masih mengenakan seragam sekolah saat ditemukan itu.

Petugas langsung memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP), guna memudahkan proses evakuasi menghindari warga mendekat.

Unit Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota yang melakukan pengecekan TKP menemukan tas korban. Dari tas itu diketahui, korban berinisial DS (13) merupakan siswa kelas VII SMPN 6 Kota Tasikmalaya.

Salah seorang saksi mata, Nenden Kumalasari (36) mengatakan, awalnya tidak ada kecurigaan, akan tetapi setelah saluran air itu kerap meluap saat diguyur hujan. Maka warga berinisiatif untuk membetulkannya.

"Ketika hujan, air dari gorong-gorong itu selalu meluap. Kondisi itu tidak seperti biasanya lancar. Setelah dicek oleh warga, ditemukan ada orang di dalamnya yang terlihat hanya kerudungnya saja," katanya.

Warga lainnya, Deni (27) mengatakan, diduga jenazah korban tersebut telah beberapa hari tersangkut di gorong-gorong tersebut. Pasalnya, dalam beberapa hari bau anyir tercium hingga radius puluhan meter dari TKP.

"Warga melakukan pengecekan gorong-gorong karena kerap meluap juga tercium bau tak sedap yang menyengat. Saat mencoba dicek benda apa yang mampet di gorong-gorong, ternyata jenazah manusia," ujarnya.

Warga pun langsung melaporkan kejadian itu ke aparat. Tak berselang lama Unit Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota mengecek lokasi. Setelah ditemukan, petugas langsung mengevakuasi jasad korban dan langsung membawa korban ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.

Di Rumah Sakit tersebut rencananya akan dilakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab kematiannya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA