Lagi, 6 Orang Meninggal Akibat Nenggak Miras Oplosan di Tasikmalaya

Daerah

Jumat, 24 Januari 2020 | 18:35 WIB

200124182832-lagi-.jpg

Septian Danardi

KORBAN akibat alkohol yang dioplos dengan minuman berenergi di Kabupaten Tasikmalaya terus bertambah.

Dari data Polres Tasikmalaya dan RSUD Singaparna Medika Citrautama (SMC), hingga Jumat (24/1/2020) sore, korban alkohol oplosan tersebut berjumlah 20 orang. Semua korban berasal dari Kecamatan Leuwisari dan Sariwangi.

Dari 20 orang yang menjadi korban itu tercatat 6 orang meninggal dunia. Yakni, Yudi Kamaludin (17) dan Tedi (25) warga kampung Ceumceum Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari yang meninggal pada Rabu (22/1/2020) malam.

Kemudian dari Desa Salawangi Kecamatan Sariwangi, yakni korban Robi (30) meninggal di RSUD pada Kamis (23/1/2020) pukul 15.00, kemudian Rizwan (24) pada magrib, serta Eka (18) pada Kamis malam dan Nizar (18) Jumat (24/1/2020) dini hari.

Mereka menggelar pesta miras di tiga lokasi berbeda. Satu kumpulan yakni tujuh orang pesta minum keras di kampung Ceumceum Desa Jayaputra Kecamatan Leuwisari, hingga dua tewas.

Lalu kumpulan lainnya di Desa Selawangi Kecamatan Sariwangi. Dan satu kumpulan lagi di lokasi saluran irigasi sambil memancing.

"Polisi sudah menyita barang bukti berupa jerigen kecil bekas alkohol 75 persen dan 96 persen, sisa racikan miras oplosan dan suplemen minuman berenergi," kata Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya, AKP Ngadiman, Jumat (24/1/2020).

Dikatakannya, para pelaku nekat memimun campuran alkohol murni ini padahal diperuntukannya hanya untuk obat medik luar.

"Korban tewas akibat miras oplosan ini semuanya 6 orang," ujarnya.

Berdasarkan data dari Satnarkoba Polres Tasikmalaya, lanjut Ngadiman, seluruh korban keracunan miras oplosan berjumlah 20 orang dari dua Kecamatan.

"15 orang di antaranya, sempat mendapatkan perawatan di RSUD Singaparna Medika Citrautama, dan 5 orang lainnya dirawat di rumah masing-masing," katanya.

Sementara Kasi Pelayanan Medis RS Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya, dr. Adi Wibowo mengatakan, para korban keracunan alkohol ini mulai datang ke RSUD SMC sejak Rabu (22/1/2020) hingga Jumat (24/1/2020).

"Enam orang itu meninggal pada hari berbeda. Tetapi dengan diagnosa yang sama yakni keracunan alkohol," katanya.

Dikatakannya, dari 15 korban yang sempat ditangani medis di IGD, kini tingal 2 orang lagi masih dirawat. Bahkan salah satu korban kondisinya kritis dan tengah persiapan cuci darah karena ginjal bermasalah. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA