Pimpinan Kesultanan Selacau: Tidak Masalah Mau Diakui atau Tidak

Daerah

Kamis, 23 Januari 2020 | 20:18 WIB

200123201916-pimpi.jpg

Septian Danardi

KESULTANAN Selaco atau Selacau Tunggul Rahayu yang berlokasi di Kampung Nagara Tengah, Desa Cibungur, Kecamatan Parung Ponteng, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar acara syukuran dan silaturahmi di Aula Kesultanan Selaco, Kamis (23/1/2020).

Pimpinan Kesultanan Selaco Internasional Federation, Rohidin Patrakusumah VIII mengungkapkan, sejak tahun 2004 didirikan Kesultanan Selaco berada dalam sebuah kompleks dengan bangunan dominan warna hijau dan ornamen warna emas. Terdapat juga beberapa prasasti dan makam para leluhur di kompleks istana yang menjadi situs budaya.

Rohidin mengaku sebagai keturunan ke-9 dari Kerajaan Padjadjaran era kepemimpinan Raja Surawisesa.

"Ini tempat adalah kantor buat pelestarian situs-situs budaya yang kebetulan leluhur saya dan yang terpenting tidak melanggar hukum," katanya kepada wartawan, di sela-sela agenda syukuran.

Turut hadir dalam kegiatan syukuran tersebut di antaranya, Sultan sepuh Kgp R.h Saepuloh, Kgp Asep Nursobah, Kgp K.H Nazmudin dan para pengagung Selaco kurang lebih 100 orang.

Dengan terjadinya viral Kesultanan Selaco menjadi pemberitaan di media, kata Rohidin, sampai dunia manapun mendengar. Dirinya meminta jangan terlalu dibesarkan-besarkan mengenai keberadaan Selaco. Pasalnya di lokasi Selaco tidak ada apa-apa.

"Sampai rekan-rekan saya dari Pentagon, Inggris dari Perancis semua nelpon mengucapkan selamat kepada saya dan suatu kebanggaan kita semuanya. Apapun yang saya perjuangkan di Selaco hanya urusan kecil, mau diakui atau tidak, tidak jadi masalah, karena saya tidak mengaku-ngaku sebagai raja dan jadi raja. Sebagai sultan juga tidak digaji sama pemerintah," tuturnya.

Dikatakannya, pada saat ini dirinya hanya menginginkan kehidupan yang membawa kedamaian, keberkahan dan berguna bagi negara dan bangsa.

"Saya minta jangan dibesar-besarkan lagi karena di Selaco tidak ada apa-apa. Hanya ada makam leluhur saya," katanya.

Pada kesempatan syukuran itu, Rohidin meminta kepada seluruh aparatur tinggi negara dan sebagai penegak hukum tinggi negara, mengenai permasalahan uang yang dicetak di Australia milik Bambang Utomo yang digelapkan oleh oknum- oknum pemerintah untuk segera dikembalikan kepada pemiliknya.

Diakuinya, Bambang Utomo merupakan salah satu donatur yang kerap memberikan dana keuangan untuk membantu warga di Selaco.

"Saya minta dikembalikan kepada pemiliknya bambang utomo. Apabila sudah dikembalikan Insya Allah yang menikmati bukan Selaco saja, tapi semuanya akan diberikan kepada yang berhak. Karena saya cuma sebagai jembatan saja. Dan saya minta kepada Internasional Criminal Court untuk mencari siapakah yang telah menggelapkan uang kami itu," katanya.

Dihubungi secara terpisah Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Kesultanan Selaco atau Selacau tidak mengganggu dan meresahkan masyarakat

"Selacau itu kan sudah lama dan tidak buat keresahan masyarakat. Tidak mengganggu tatanan kenegaraan. Sah-sah saja," kata Uu melalui sambungan telepon, Kamis (23/1/2020).

Kesultanan Selaco atau Selacau merupakan bagian dari hak berkumpul dan berserikat yang dilindungi undang-undang. Sepanjang kegiatan mereka tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta tidak menggoyang NKRI, keberadaanya tidak masalah.

"Jika sudah ada pelanggaran, pemprov akan minta bantuan polisi dan tentara untuk menanganinya kerana sudah menjadi ancaman terhadap negara," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA