Wabup Sumedang: Penurunan Angka Stunting Butuh Dukungan Semua Pihak

Daerah

Kamis, 23 Januari 2020 | 16:55 WIB

200123165555-wabup.jpg

Ade Hadeli

WAKIL Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan menegaskan, usaha penurunan angka stunting di Kabupaten Sumedang tidak saja bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Akan tetapi harus mendapat dukungan penuh dari semua stakeholder terkait.

Hal itu disampaikan Erwan pada acara Launching Akademi Keluarga Jabar Juara (AKJB), bertempat di Kampung KB, Dusun Nagrog , Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong, Kab. Sumedang , Kamis (23/1/2020.

Menurut Erwan, tujuan dibentuknya akademi tersebut antara lain adalah untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh dan membina anak balita dalam rangka mencegah terjadinya stunting.

Stunting adalah istilah untuk menggambarkan kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga tubuh anak lebih pendek dari anak normal seusianya serta memiliki keterlambatan dalam berfikir.

Untuk itu, diperlukan upaya dan perhatian lebih dalam menyikapi masalah stuntin. "Apalagi stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan sumber daya manusia dan produktivitas kerja," ujar Erwan.

Adapun langkah yang telah dilakukan Pemkab Sumedang dalam upaya menurunkan angka stunting, di antaranya dengan membentuk Kampung KB di 10 Desa stunting di 10 Kecamatan di Kabupaten Sumedang.

10 Desa yang telah dibentuk Kampung KB yaitu Desa Margamukti Kecamatan Sumedang Utara, Cimarga Kecamatan Cisistu, Kebonkalapa Kecamatan Cisarua, Cilembu Kecamatan Pamulihan, Ungkal Kecamatan Conggeang, Sukahayu Kecamatan Rancakalong, Mekarbakti Kecamatan Pamulihan, Mekarsari Kecamatan Sukasari, Malaka Kecamatan Situraja, dan Cijeruk Kecamatan Pamulihan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA