Istigasah Digelar di Lokasi Kecelakaan Bus Maut di Ciater, Subang

Daerah

Kamis, 23 Januari 2020 | 14:09 WIB

200123141024-istig.jpg

Suasana pelaksanaan doa bersama di TKP kecelakaan bus pariwisata

RATUSAN warga Ciater khususnya Palasari bersama Muspika Ciater, menggelar doa bersama atau istiqasah untuk keselamatan wilayah serta ketenangan para korban kecelakaan bus pariwisata Purnamasari di tempat kejadian perkara (TKP), Kampung Nagrog, Desa Palasari, Ciater, Subang, Kamis (23/1/2020).

Doa yang berlangsung pagi hingga pukul 10.00 WIB itu, dihadiri  Camat Ciater Ojat, Kapolsek Jalancagak, Danramil Sagalaherang Kapten Inf Ernawan, Kades Palasari,  Ketua MUI, Kepala KUA. santri dan pimpinan Pondok Pesantren  Al Jumhuriyah serta masyarakat yang jumlahnya mencapai sekitar 300 orang. Mereka dengan tertib bersaf-saf dan yang paling belakang kaum hawa. Mereka khusu’ membacakan doa dan ayat-ayat suci Al-Quran, serta diakhiri tabur bunga ke atas serpihan atap badan bus.

“Kita mendoakan untuk korban yang mengalami kecelakaan bus pariwisata, terutama yang meninggal dunia semoga husnul khotimah,  yang mengalami luka luka cepat diberi kesembuhan,” kata Kapolsek Jalancagak Kompol Sumaryana, S.H.,M.H.

Sebagai inisiator kegiatan, tambah Kapolsek, tidak ada maksud lain, kecuali berusaha dan memohon kepada Allah SWT agar di wilayah kerjanya terutama pengguna jalan sepanjang jalan/jalur dari Subang sampai Tangkubanparahu baik roda dua maupun roda empat diberikan kelancaran dan keselamatan. “Sehari sejak kecelakaan sudah tertanam niat untuk menggelar doa bersama, karena kita memiliki kewajiban sesama muslim, “pungkas Kapolsek.

Seperti diberitakan, bus pariwisata Purnamasari Nopol E 7508 W dari Tangkubanparahu hendak pulang ke Depok. Saat di turunan Palasari, Kampung Nagrog, Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, bus oleng hingga menyeberang ke jalur sebelah kanan dan terbalik.

Penumpang yang berasal dari Cipayung, Kota Depok sebanyak 59 ditambah 2 awak bus mengalami luka-luka, dan dinyatakan 8 orang meninggal dunia. Belakangan bertambah seorang hingga menjadi 9 orang. Selebihnya luka berat dan ringan serta masih ada yang dirawat di RS UKI Depok.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA