Longsor Cikeusal Tutup Akses Tiga Kecamatan Di Tasikmalaya

Daerah

Rabu, 22 Januari 2020 | 17:01 WIB

200122165238-longs.jpg

Septian Danardi

Warga berupaya bersama aparat gabungan bersihkan lomgsor yang menutup Jalan Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya,

TERUS digerus air hujan, tebing ambrol di kawasan Jalan Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (22/1/2020) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Akibat material tanah longsoran tersebut jalan penghubung tiga kecamatan, yakni Mangunreja, Tanjungjaya, Parungponteng ke pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna terputus.

Longsor terjadi tepatnya di Kampung Sukalebar, Desa Pasirsalam, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, saat terus diguyur hujan deras sejak, Selasa (21/1/2020) malam.

Anggota Unit Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni Supriadi (40) mengatakan, longsor telah menimbun ruas jalan penghubung Singaparna-Cikeusal dengan panjang material tanah longsoran sekitar 30 meter dan tingginya sekitar 2 meter.

Sehingga menyebabkan jalan tersebut lumpuh total tidak bisa dilalui kendaraan. Membersihkan longsoran tanah, kata Roni, seharusnya menggunakan alat berat. Sebab kondisi longsoran itu sangat panjang termasuk memiliki ketebalan sangat tebal.

"Namun, pembersihan material tanah hanya menggunakan cangkul," katanya.

Komandan Danramil 1211/Singaparna, Mayor Inf Dedi mengatakan, untuk membersihkan material longsoran, pihaknya telah mendapatkan respon dari pihak BPBD setempat. Alat berat telah dikirimkan ke lokasi kejadian.

Sambil menunggu bantuan dari instansi terkait, kata Dedi, pihaknya bersama warga melakukan upaya pembersihan. Sebab, warga tetap memaksa sebagian ada yang mencoba menerobos tumpukan material longsor tersebut dengan cara jalan kaki dan motor. Sehingga dikhawatirkan memakan korban.

Proses pembersihan itu terjadi kendala, karena tanah merah yang bercampur air hujan. Sehingga tekstur tanah merah yang licin menyulitkan warga untuk membersihkannya.

Selain itu, kendaraan yang memaksa menerobos longsor juga harus dibantu didorong motornya oleh warga yang mencoba membongkar tumpukan tanah tersebut.

Akses jalan tertutup material longsoran dengan volume panjang kurang lebih 20 meter, sementara tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua

Pihaknya juga berkordinasi dengan Dinas PU karena dibutuhkan bantuan alat berat juga kepada PLN untuk pengamanan jalur listrik.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA