BPBD Garut Banjir yang Menutup Jalan Raya Bayongbong Akibat Penyumbatan Drainase

Daerah

Rabu, 22 Januari 2020 | 15:20 WIB

200122152741-bpbd-.jpg

Agus Somantri

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, menyebut banjir yang menutup badan jalan raya di Bayongbong akibat penyumbatan drainase oleh sampah.

"Akibat tampungan drainasenya kecil dan gorong-gorong banyak sampah di Kali Cigendu jadi meluap," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut Tubagus Agus Sofyan di Garut, Rabu.

Air sungai itu meluap ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di daerah tersebut pada Selasa (21/1) malam.

Ia menuturkan banjir yang menggenangi badan jalan raya Garut-Cikajang di kawasan Bayongbong itu, setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat.

Air dari aliran drainase, kata dia, tiba-tiba meluap ke badan jalan sehingga pengguna kendaraan tidak mau melewati genangan air karena khawatir membahayakan keselamatan jiwa.

"BPBD saat kejadian turun ke jalan ikut mengatur lalu lintas karena macet, dan koordinasi untuk memberi masukan ke Dinas PU (Pekerjaan Umum)," katanya.

Saat ini, genangan air di jalan raya sudah surut sehingga bisa dilewati berbagai jenis kendaraan dari arah Garut menuju Cikajang maupun sebaliknya.

Hujan deras disertai angin kencang melanda Garut menjelang, Selasa (21/1) petang mengakibatkan genangan air di kawasan perkotaan Garut.

Daerah yang terdampak banjir, yakni Jalan Raya Cikajang-Garut, di Kampung Nagngoh, Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong di depan Klinik Az-zahra.

Banjir yang melanda Garut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

Sejak memasuki musim hujan, sejumlah daerah di Garut sering dilanda banjir, terutama menggenangi badan jalan di wilayah perkotaan, termasuk Jalan Raya Bandung-Garut di Kecamatan Leles.

Seorang warga Garut, Aef, mengatakan saat ini daerah di Garut sering digenangi air yang mengalir deras di badan jalan seperti di wilayah Bayongbong dan Kecamatan Leles, tepatnya sekitar Alun-Alun Leles. Padahal beberapa tahun yang lalu, daerah tersebut tidak pernah dilanda banjir.

"Sekarang di Garut sering banjir, mungkin lingkungannya sudah rusak sehingga menyebabkan banjir," kata Aef.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA