FST UIN SGD Garda Terdepan Pemanfaatan IT

Daerah

Rabu, 22 Januari 2020 | 09:25 WIB

200122092551-fst-u.jpg

dok

UNTUK mewujudkan UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung yang unggul, kompetitif menuju World Class University (WCU) keberadaan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) harus menjadi garda terdepan dalam menggunakan dan memberikan contoh pemanfaatan pada bidang sains dan teknologi.

Pernyataan itu disampaikan oleh Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si saat membuka acara Rapat Kerja FST UIN SGD Bandung tahun 2020 bertajuk "Sinergitas Program Kerja FST dalam Mewujudkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang Unggul dan Kompetitif," di Krisna Beach Hotel Pangandaran.

Rektor menjelaskan, dengan segala capaian yang telah diraih Fakultas Sains dan Teknologi (FST) mulai dari lima medali pada Olimpiade Sains dan Karya Inovatif (OSKI) Perguruan Tinggi Keagamaan Indonesia (PTKI) 2019, sampai dua dosen FST UIN SGD Bandung, yakni Dr. Hasniah Aliah, M.Si., Mada Sanjaya WS, Ph.D meraih penghargaan dari Wakil Menteri Agama Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. sebagai peneliti terbaik utama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pada acara Biannual Conference on Research Result (BCRR).

“Di antara fakultas sains di lingkungan PTKIN dan UIN,  FST adalah fakultas yang paling menonjol dengan segala prestasi-prestasinya. Di antaranya 2 dari 5 penghargaan di BCRR diraih FST UIN SGD dan meraih medali emas pada acara OSKI," ujar Mahmud, Rabu (22/01/2020).

Acara rapat kerja FST UIN SGD Bandung yang diikuti 111 peserta dari tanggal 21-23 Januari 2020 ini dihadiri Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, Wakil Rektor II, Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag, Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., MT., dan Kepala Biro AUPK, Drs. H. Akhmad Luthfi, M.M.

Rektor sangat mengapresiasi kegiatan rapat kerja FST UIN SGD Bandung dan menitipkan pesan untuk terus membudayakan saling menghargai, karena sudah tidak ada lagi perbedaan.

“Mari bekerja keras, cerdas, sama-sama bekerja untuk menjadikan kampus UIN SGD Bandung yang unggul dan kompetitif. Kehadiran fakultas sains harus menjadi garda terdepan dalam penggunaan IT dan memberikan contoh yang baik pemanfaatan ICT pada segala bidang mulai dari kuliah online, integrasi sistem, sampai segala urusan dan pekerjaan berbasis sains dan teknologi," jelasnya.

Dekan FST, Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si, menyampaikan Realisasi dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama 2019 FST UIN SGD Bandung yang terdapat 6 Sasaran Strategis dengan 43 Indikator Kinerja Utama (IKU) pada Kontrak Kinerja 2019 Dekan FST.

Dekan FST mejelaskan sebanyak 47% melebihi target (21 butir), 40% sesuai target (17 butir), dan 12% belum sesuai target (4 butir). Di antara capaian prestasi yang diraih FST: Jurusan Kimia adalah jurusan dengan lama studi tersingkat; Jurusan Biologi memiliki rata-rata IPK tertinggi; Jurusan Kimia rutin berlangganan jurnal nasional dan internasional; Jurusan Fisika memiliki persentase dosen bergelar Doktor terbesar; Jurusan Teknik Informatika dan Agroteknologi adalah 2 jurusan yang mempunyai dosen dengan gelar Profesor.

"fakta ini menunjukkan bahwa 39 dari 43 IKU atau sekitar 90,7% IKU yang telah tercapai," paparnya.

Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan serius, antara lain: Pada IKU 1, jumlah mahasiswa baru yang diterima melebih dari target yang sebenarnya kurang baik. Sehingga perlu perencanaan yang matang dalam penerimaan mahasiswa dengan mempertimbangkan rasio dosen dan mahasiswa.

"Selain itu, target anggaran fakultas dari target penyerapan 97%, hanya terserap 91.7%. dan terhambat di akhir tahun anggaran," jelasnya.

Untuk program strategis FST UIN SGD Bandung tahun 2020 yang akan ditawarkan antara lain: alokasi anggaran untuk jurusan akan berdasarkan penyerapan di akhir 2020.

"Tiga jurusan yang harus reakreditasi dengan target submit bulan Maret, peningkatan kompetensi setiap sivitas yang ada, terutama bagi calon dosen dalam ilmu pedagogik, peningkatan kompetensi Tendik, pengelola administrasi, dan Laboran, Internalisasi Wahyu Memamdu Ilmu (WMI) ke dalam Tridarma," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA