Satpol PP Garuk 20 Pasangan Mesum dari Sebuah Apartemen

Daerah

Selasa, 21 Januari 2020 | 20:45 WIB

200121204232-satpo.jpg

dok

ilustrasi

SEBANYAK 20 pasangan tanpa status nikah ditangkap petugas lantaran diduga sedang berbuat mesum di dalam sejumlah kamar apartemen di wilayah Margonda, Depok, Jawa Barat. Usut punya usut, rata-rata mereka adalah pekerja seks komersil alias PSK.

"Ya, kebanyakan begitu. Ada istilah BO (booking order) gitu ya. Terkait tarifnya macam-macam. Kalau kita lihat di aplikasinya tidak bisa disebutkan ada yang perjam, ada yang perhari," jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny, Selasa (21/1/2020).

Selain menjaring sejumlah pasangan mesum, petugas juga mengamankan lima wanita yang dicurigai sebagai PSK. Dijaring pula dua pria yang berperan sebagai penyedia kamar berikut alat kontrasepsi.

Lienda menegaskan, operasi ini merupakan kegiatan penertiban yang dilakukan secara rutin guna menindaklanjuti aduan masyarakat.

"Ini kegiatan terpadu antara Satpol PP beserta Disdukcapil, Dinsos, Imigrasi terkait pengawasan orang asing BNN, TNI serta Polri juga," terangnya.

Ketika disinggung apakah razia ini ada kaitannya dengan instruksi wali kota terkait penindakan terhadap perilaku lesbi, gay, biseksual, transgender atau LGBT, Lienda tak menampiknya.

"Intinya yang dilakukan oleh LGBT atau pasangan yang mengganggu ketentraman dan ketertiban umum kita lakukan pencegahan agar tidak membuat masyarakat resah," tegasnya seperti dilansir dari vivanews.

Namun demikian, Lienda mengaku dalam operasi tersebut pihaknya tidak menemukan adanya indikasi perilaku LGBT. Seluruh pelaku yang tertangkap, ditemukan sekamar dengan lawan jenis.

"Jadi saya tegaskan, tindakan asusila yang dilakukan di depan umum akan ditertibkan, apapun itu. Apakah itu LGBT atau bukan, maka akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku," imbuhnya.

Lebih lanjut Lienda menambahkan, pihaknya senantiasa mengupayakan agar Depok terasa nyaman dan tertib serta menghindari perbuatan asusila.

"Ini selaras jika dikaitkan dengan visi Kota Depok yang nyaman, unggul dan religius. Itu tentunya harus diupayakan untuk pencegahan," pungkas Lienda.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA