Bupati Minta Kepolisiian Usut Tuntas Penemuan Lahan Ganja di Gunung Guntur

Daerah

Selasa, 21 Januari 2020 | 20:30 WIB

200121202730-bupat.jpg

Agus Somantri

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut meminta pihak kepolisian terus melakukan pengusutan atau penyelidikan guna mengungkap pelaku penanaman pohon ganja di kawasan lereng Gunung Guntur.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, berharap pengungkapan kasus tersebut bisa dilakukan secara tuntas sehingga juga bisa diungkap kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang ingin merusak generasi muda di Garut.

"Tentu kami sangat prihatin dengan adanya kasus penemuan lahan ganja tersebut. Semoga pihak kepolisian bisa segera mengungkapnya," ujarnya, Selasa (21/1/2020).

Rudy menyebutkan, hal serupa bisa saja terjadi di daerah lainnya di Garut, mengingat di Garut masih banyak lahan di daerah terpencil yang masih jarang terjamah manusia. Ia menilai, lahan seperti ini sangat rawan disalahgunakan, termasuk digunakan untuk menanam pohon ganja seperti yang baru-baru ini ditemukan di kawasan lereng Gunung Guntur.

"Bisa saja lahan yang digunakan untuk menanam pohon ganja itu bukan hanya yang ada di kawasan Gunung Guntur saja. Di Garut ini banyak tempat yang masih jarang terjamah karena ada di pelosok atau di pegunungan," ucapnya.

Menurut Rudy, penggunaan lahan untuk ditanami pohon ganja jelas merupakan perbuatan yang salah dan melanggar hukum. Karena itu, ia pun dengan tegas menyatakan jika perbuatan seperti itu tak bisa dibiarkan bahkan tak bisa diampuni.

Rudy mengatakan, pelaku penanaman pohon ganja harus mendapatkan hukuman yang berat. Karena selain punya niat menyebarkan barang haram yang bisa merusak generasi muda, akan tetapi ia juga sengaja memproduksi sendiri dengan cara menanamnya.

"Pengguna dan pengedar saja sudah mendapatkan hukuman yang berat apalagi mereka yang sengaja memproduksi atau menanam. Ini sebuah niat jahat yang tentunya harus mendapat hukuman yang berat karena akibat dari perbuatannya yang sangat besar dampaknya," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA