Dirjen Hubdar : Bus Nahas Tidak Laik Jalan, Ada Bagian Rem yang Diganti

Daerah

Senin, 20 Januari 2020 | 19:11 WIB

200120191517-dirje.jpg

HASIL pemeriksaan tim dari agen  pemegang merk (APM) Mercedes Benz terhadap bus nahas yang mengalami kecelakaan di belokan dan turunan Nagrok, Desa Palasari, Ciater, Subang dan menewaskan 8 penumpang dan puluhan luka, ternyata ada bagian rem yang diganti dengan slang biasa seharusnya terbuat dari metal. Sehingga bisa dikatakan kalau bus dalam keadaan tidak laik jalan.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi usai mengikuti rapat FGD akibat kecelakaan yang diikuti oleh Kasi Laka Ditlantas Polda Jabar, AKBP Asep Sudrajat, SH.MH., KNKT Kemenhub, Kasatlantas Polres Subang, AKP H.Bambang Sumitro dan Tim APM Mercedes Benz yang dipimpin Herry, Senin (20/1/2020) sore menyebutkan, kalau secara pastinya sedang dalam penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian. Hanya diduga kuat pengemudi yang kurang mengetahui kondisi jalan ditambah ada beberapa konponen yang diganti tidak sesuai dengan spesifikasi Mercedes Benz.

"Nah ini yang sedang diperdalam nantinya, apakah ulah dari bengkel atau operator dan lainnya. Sedangkan dari pemeriksaan awal sudah jelas ada ketidaksesuaian antara fisik kendaraan dengan STNK, " jelas Budi. dan pihaknya pun akan menuju lokasi untuk melihat kondisi jalan, apakah nantinya harus ada perubahan seperti halnya di turunan atau Tanjakan Emen.

Kasus kecelakaan 2 tahun yang di Tanjakan Emen menjadi barometer karena di kasus Nagrog, pengemudinya meninggal dunia sehingga secara aturan tersangkanya tidak ada. Hanya saja, dibalik itu ada operator, mekanik dan ada unsur kesalahan hukum tidak sehingga tidak berdiri sendiri. Apalagi setelah dilakukan penyelidikan, perusahaan yang memiliki Bus Purnamasari tidak memiliki ijin operasional untuk kegiatannya tetapi sudah menjalankan sehingga ilegal dan akan dikembangkan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

"Termasuk tadi hasil rapat, kondisi kendaraannya ada beberapa alat dari konpresor pengereman menggunakan steel diganti dengan slang biasa jadi tidak maksimal. Serta ada kerusakan sebelum kecelakaan sempat berhenti beberapa waktu sehingga perlu terus dikembangkan. Ini semua harus menjadi pembelajaran dari para pengusaha karena untuk meningkatkan keselamatan bukan hanya tugas pemerintah saja," terang.

Dirjen pun meminta peran dari operator, pengemudin untuk bersama bagaimana agar berusaha dalam perjalanan bisa selamat.

"Makanya setelah dari sini saya dan Direktur akan langsung melihat tempat kejadian perkara, apakah nantinya harus ada perubahan dengan memasang kejut, escape atau lainnya karena di Tanjakan Emen sudah dan sedang dibangun dan sekarang malah terjadi di bawahnya, "ungkap Budi.

Kepala Satuan Lalu-lintas Polres Subang, AKP H.Bambang Sumitro yang mendampingi Kasi Laka Dirlantas Polda Jabar, Asep Sudrajat mengakui kalau pihaknya sedang terus melakukan pengembangan dan penydikan terhadap kecelakaan bus pariwisata di Nagrok, Palasari, Ciater.

"Hasil pemeriksaan dari APM yang berlangsung sejak siang hingga sore dan saksi lainnya akan menjadi bahan penyidikan karena sebagaimana tadi dikatakan, untuk tersangkanya sendiri sudah tidak ada tetapi kemungkinan ada tersangka lain, "jelasnya dan pihaknya belum memanggil pihak pengusaha bus.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA