Rumah Mau Roboh, Buruh Asal Cibatu Ingin Ketemu Bupati dan Wakil Bupati Garut

Daerah

Senin, 20 Januari 2020 | 15:25 WIB

200120152617-rumah.jpg

MALANG nian nasib Yudi Sugara (35) dan istri Ani Sumarni (32), warga Kampung Margaluyu, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut. Sudah lebih dari 8 tahun mereka menempati rumah gubuk yang hampir roboh. Selain itu, mereka juga belum mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui program Rumah Tidak layak Huni (Rutilahu). Lebih parahnya bagian atap hanya ditutup oleh sehelai terpal plastik.

Yudi Sugara, yang bekerja sebagai buruh serabut meneteskan air mata di kala sedang tidur namun kondisi hujan dan angin kencang. "Setiap malam yang dipikirkan rumah takut roboh. Apalagi sekarang musim hujan," ujarnya, Senin (20/1/2020).

Selain kondisi rumahnya yang sangat memperihatinkan, Yudi bersama istrinya juga tidak termasuk sebagai penerima bantuan dari pemerintah, seperti KIS,PKH, BPNT dan BPJS. Untuk bisa menghidupi sang istri, ia terpaksa menjadi seorang buruh serabutan. Itu pun jika ada yang menyuruh bekerja.

"Saya sangat sedih, ingin menyampaikan keluhan ini sekaligus bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati Garut. Bener kang belum tau yang mana wajah Bupati dan Wakil Bupati Garut itu. Saya akan mengadu pada mereka," ucapnya.

Ia mengaku, keinginan memiliki rumah yang layak sangat didambakan bersama keluarga. "Mau roboh rumah saya, pemerintah sama sekali tidak ada yang respon," cetusnya.

Ketika ditanya apa yang menjadi keinginannya, Yudi bersama sang istri sontak menjawab, ingin bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati Garut. "Saya harus ketemu dengan mereka, saya juga rakyatnya," tegasnya dengan nada sedih.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA