Pemkot Bogor Akan Konsultasikan ke Kemenhub Soal Transportasi Trem

Daerah

Sabtu, 18 Januari 2020 | 06:22 WIB

200118062543-pemko.JPG

PEMERINTAH Kota Bogor akan berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyampaikan rekomendasi dari hasil kajian yang dilakukan konsultan PT Colas Rail terkait rencana operasional moda transportasi trem di daerah itu.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan hal itu di Balai Kota Bogor, Jumat (17/1/2020), usai presentasi dari konsultan PT Collas yang menyampaikan hasil kajiannya di Balai Kota Bogor, terkait rencana operasional moda transportasi trem.

Menurut Dedie A Rachim, PT Colas Rail saat mempresentasikan hasil kajiannya soal moda transporasi trem menyimpulkan bahwa jalan-jalan di Kota Bogor layak dilintasi trem.

Namun, PT Colas Rail merekomendasikan jika Pemerintah Kota Bogor akan mengoperasikan moda transportasi trem, sebaiknya menggunakan trem baru yang desain bodynya disesuaikan dengan karakter jalan dan ruang terbuka di Kota Bogor.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor meminta konsultan PT Colas Rail melakukan kajian, karena ada rencana hibah trem bekas dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah Kota Bogor.

Namun, dari hasil kajian PT Colas Rail, menurut Dedie, merekomendasikan agar Pemerintah Kota Bogor menggunakan trem baru yang lebih sesuai dengan kondisi Kota Bogor.

Menurut Dedie, dari penjelasan PT Colas Rail, jika Pemerintah Kota Bogor akan mengoperasikan trem hibah dari Belanda, desain bodynya kurang cocok dengan kondisi jalan-jalan di Kota Besar. "Trem hibah dari Negara Belanda, bodynya besar dan tinggi dari permukaan jalan juga cukup tinggi yakni sekitar 90 centimeter," katanya.

Opsi yang direkomendasikan dari PT Colas Rail, kata dia, adalah memesan trem dari perusahaan pembuatan kereta api PT INKA di Madiuan Jawa Timur, untuk membuat trem dan desainnya disesuaikan dengan kondisi di Kota Bogor.

Dedie menjelaskan, karena hasil kajian dari PT Colas Rail rekomendasinya berbeda lagi, maka Pemerintah Kota Bogor akan berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan serta akan mendengarkan arahannya.

"Kalau Kementerian Perhubungan menyetujui menggunakan trem baru, kami akan meminta solusi langkah selanjutnya dalam pengadaan trem. Kalau Kementerian Perhubungan menyarankan untuk menggunakan trem hibah, kami akan menggunakannya," katanya.

Editor: Rosyad Abdullah

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA