DPRD Pangandaran Kecewa dengan Kinerja PT Hutama Karya Membangun RSUD Pandega

Daerah

Jumat, 17 Januari 2020 | 14:15 WIB

200117141616-dprd-.jpg

Agus Supriyatman

PEMBANGUNAN RSUD Pandega Pangandaran yang didanai oleh Pemkab Pangandaran sekitar Rp 230 milyar lebih, harusnya selesai pada akhir Desember 2019 lalu.

Namun RSUD Pandega milik pemda tersebut, belum selesai dalam pengerjaannya. Meskipun itu tinggal beberapa persen lagi yang belum terselesaikan dan semuanya sedang dalam tahap kejar target Dalam pengerjaannya.

Usut demi usut di alik pengerjaan RSUD Pandega, pihak DPRD Pangandaran dari komisi tiga menyayangkan kinerja PT Hutama Karya sekelas perusahaan BUMN ini, dalam pengerjaannya kurang memuaskan. Hal itu dikatakan Hesti Wakil Ketua komisi III DPRD usai kunjunganya ke RSUD Pandega, Jumat (17/1/2020).

Menurut Hesti, pembangunan RSUD Pandega Pangandaran sangat luar biasa, begitupun anggaran yang dikeluarkan oleh pihak Pemkab pangandaran. Namun Hesti mengaku kecewa dengan kinerja dari PT Hutama Karya.

"Jujur saja, saya sangat kecewa dalam pekerjaannya, sangat tidak maksimal, lihat saja salah satunya adalah flapon yang bocor begitupun keramik selain tidak rapih dalam pemasangannya juga banyak ditemukan retak dan belah," terangnya.

Hesti menjelaskan, komisi III DPRD Pangandaran tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawasi kinerja PT Hutama Karya sebelum dinyatakan selesai dalam pembangunannya.

Selain itu hesti mengakui jika dalam pembangunan RSUD Pandega pangandaran tadi menjadikan kembanggaanya. "Ya, kami merasa bangga dengan bupati dan wakil bupati yang telah berusaha keras untuk mewujudkan rumah sakit sekelas hotel berbintang ini, namun kami juga kecewa ke PT HK selaku pelaksana pengerjaan pembangunan RSUD ini yang dinilai kurang maksimal dalam mengerjakannya" ujarnya.

"Kami sebagai wakil rakyat berkeinginan pengerjaan rumah sakit yang bertatap hotel berbintang ini sempurna bagus dan hebat jangan sampai ada yang mengundang perhatian masyarakat luas seperti flapon yang bocor, masa pembangunan ini kan baru dibangun, masa bangunan ini diguyur hujan ketika hujan belakangan ini flaponnya bocor," ungkapnya.

Disebutkan Hesti anggota komisi III akan menyampaikan temuan ini ke pimpinan komisi dan minggu depan. "Kita akan datang lagi ke rumah sakit untuk cros check kembali apakah sudah di bereskan yang rusak rusaknya atau belum. Yang pasti kami komisi III tentunya meminta ke PT HK untuk segera memperbaiki yang saat ini dianggap kurang sempurna," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA