Sampah Plastik dari TPA Cemari Puluhan Hektare Sawah Warga

Daerah

Kamis, 16 Januari 2020 | 19:48 WIB

200116194321-sampa.jpg

Dally Kardilan

SEKITAR 40 hektare area pesawahan di daerah Kelurahan Wanareja yang berada di bantaran Sungai Cilamatan, Subang, tercemar sampah plastik dan dipastikan gagal panen. Dugaan sementara, sampah plastik itu berasal dari longsoran TPA Panembong yang terbawa hanyut arus sungai.

"Kami begitu mendapat laporan dari lurah langsung ke sini, dan ternyata benar. Kami mengingatkan kepada petani kalau sedang hujan jangan sampai ada yang di sawah, kuatir ada banjir bandang," kata Kapolsek Subang, Kompol Iwan Setiawan, Kamis (16/1/2020).

Keterangan pemilik sawah membenarkan kalau sampah-sampah plastik itu berasal dari TPA di Kampung Caringin, RT 32/RW 12, Kelurahan Parung yang longsor dan masuk ke Sungai Cilamatan.

"Memang warga khawatir akibat kejadian ini tanaman padinya yang tinggal beberapa bulan berbuah dan panen menjadi gagal total," jelas Iwan.

Lurah Wanareja, Imas Maslamah mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa warganya. Pihaknya sudah berkomunukasi dengan instansi terkait termasuk Muspika Kecamata Subang yang turun langsung ke lokasi.

"Kami sedang berupaya meminta bantuan pada pihak terkait, terutama lahannya yang terdampak sekitar 5 kelompok tani," ungkapnya.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Subang, Rona Mairansyah mengakui kejadian itu diakibatkan kondisi TPA Panembong sudah sangat tidak layak dan sudah over kapasitas. Bahkan sebelum kejadian sampah terbawa hanyut pun sudah menugaskan beberapa pegawainya untuk mengeruk bagian tumpukan sampah yang mendekati sungai, agar tidak terbawa hanyut.

"Volume sudah sangat penuh karena sampah terus menerus datang setiap hari ke sana. Sementara untuk pemasangan kawat bronjong sedang diupayakan. Hanya saja, itu memakan waktu," terang Rona.

Ia menambahkan, Bupati Subang, H. Ruhimat pun sedang berusaha mencari lahan untuk memindahkan keberadaan TPA Panembong.

"Kalau tidak salah lahan yang diajukan milik perkebunan sekitar 100 hektare sehingga sangat ideal dibanding Panembong yang hanya 2 hektare. Tetapi ini masih diupayakan melalui Pemprov Jabar," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA